BYD menyebut pencantumannya dalam daftar perusahaan militer China oleh Pentagon tidak berdasar. Nio juga mempertimbangkan langkah hukum.
BYD menolak pencantumannya dalam daftar terbaru Perusahaan Militer China yang dirilis Departemen Pertahanan AS (Pentagon). Perusahaan menyebut dasar penetapan itu tidak memiliki justifikasi yang kuat.
Dalam pengumuman sukarela pada 9 Juni, BYD menyatakan bukan perusahaan militer China maupun perusahaan fusi militer-sipil yang terhubung dengan industri pertahanan China.
>>> Hennessey VelociRaptor Expedition: SUV Off-Road Tanpa Tambahan Tenaga
BYD menegaskan daftar tersebut tidak akan mempengaruhi operasi bisnis normal, hubungan komersial, atau aktivitas perdagangan sekuritasnya.
BYD juga menyatakan pembatasan terkait pengadaan Departemen Pertahanan AS tidak akan berdampak material pada bisnisnya. Perusahaan dapat memulai prosedur peninjauan atau tindakan hukum untuk dihapus dari daftar.
Nio Sinyalkan Potensi Gugatan Hukum
Nio mengeluarkan pengumuman serupa melalui Bursa Efek Hong Kong setelah pembaruan daftar Pentagon. Produsen mobil listrik itu menyatakan bukan perusahaan militer China atau perusahaan fusi militer-sipil.
Nio akan aktif berkomunikasi dengan Departemen Pertahanan AS untuk mengoreksi penetapan tersebut. Perusahaan juga dapat menempuh upaya hukum jika diperlukan untuk melindungi kepentingan pemegang saham.
Respons terkoordinasi ini menunjukkan penolakan lebih luas dari perusahaan teknologi dan otomotif China yang terkena dampak tindakan Pentagon terbaru.
Perluasan Daftar ke Rantai Pasok EV dan Teknologi
Pembaruan daftar Section 1260H secara signifikan memperluas cakupan di luar produsen kendaraan. Pemasok baterai utama seperti Calb dan Eve Energy ditambahkan bersama BYD dan Nio.
