General Motors beralih ke baterai lithium manganese-rich (LMR) yang lebih murah. Silverado EV dengan LMR bisa lebih murah $6.000 tanpa kehilangan jarak tempuh 400 mil.
General Motors (GM) mungkin akan meninggalkan rencana produksi baterai lithium-iron phosphate (LFP) untuk kendaraan listriknya di AS dan fokus pada baterai lithium manganese-rich (LMR) yang lebih murah.
Baterai LMR disebut memiliki biaya produksi yang sama dengan LFP, namun mampu menyimpan lebih banyak energi dengan bobot yang serupa.
Dampak pada Chevrolet Silverado EV
Untuk Chevrolet Silverado EV yang saat ini menggunakan baterai NMC, GM menyebut baterai LMR dengan ukuran dan berat serupa bisa mempertahankan jarak tempuh 400 mil (sekitar 644 km).
Yang lebih menarik, harga kendaraan bisa turun setidaknya US$6.000 (sekitar Rp 96 juta) tanpa mengorbankan performa.
Kepala baterai GM, Kurt Kelty, mengatakan LMR akan menjadi "pekerja keras" bagi GM dan menjadi lini produk utama mereka.
"Kemungkinan LFP tidak akan masuk ke portofolio kami," ujar Kelty kepada Reuters.
GM sebelumnya berencana memproduksi baterai LMR bersamaan dengan LFP di pabrik Tennessee bersama LG Energy Solution.
Namun, pabrik tersebut kini hanya akan memproduksi LFP untuk pelanggan grid dan pusat data, bukan untuk mobil.
Akibatnya, GM mempercepat pengembangan LMR untuk kendaraan listrik massal.
Sementara itu, baterai NMC akan dibatasi untuk kendaraan GM kelas atas, sedangkan LMR akan digunakan pada model yang lebih terjangkau.
GM bukan satu-satunya produsen yang mengembangkan LMR; Ford juga melakukan hal serupa.
