OTOMOTIF1.com

Renault Rafale Disulap Jadi Markas Komando Militer Pengendali Drone

Renault Rafale Disulap Jadi Markas Komando Militer Pengendali Drone
Renault Rafale 4 Troop prototipe militer dengan rak atap dan perlengkapan drone

Renault dan Thales meluncurkan prototipe 4 Troop di Eurosatory 2026. SUV Rafale disulap menjadi markas komando bergerak yang mampu mengendalikan drone udara dan darat.

Ukuran teks

Renault Group dan Thales memperkenalkan prototipe kendaraan taktis militer bernama 4 Troop di pameran Eurosatory 2026 di Paris.

Prototipe ini bukan berasal dari Renault 4 listrik, melainkan dari SUV flagship Renault Rafale.

>>> Rivian R2 Tanpa Radio FM, Andalkan Sinyal Seluler yang Tak Ada di Alam Liar

Kendaraan ini masuk dalam program Civilian Multi-Role Vehicle (VCMR) yang menawarkan alternatif lebih murah dibanding truk militer khusus.

Fitur Drone dan Teknologi Canggih

Dari luar, 4 Troop tampak seperti Rafale biasa dengan lapisan beige matte, penutup lampu depan, ban agresif, dan rak atap berisi perangkat keras.

Perubahan utama ada di bawah bodi, di mana Thales memasang Combat Digital Platform yang mengubah SUV ini menjadi induk drone.

4 Troop mampu mengerahkan dan mengoordinasikan beberapa Unmanned Aerial Vehicles (UAV) dan Unmanned Ground Vehicles (UGV).

>>> MG 07 Resmi Meluncur, Varian BEV Tempuh 650 Km dan PHEV 185 Km

Kendaraan ini juga dilengkapi sensor canggih, konektivitas taktis aman, kemampuan pemrosesan data besar, dan sistem pendukung keputusan berbasis AI.

Penggerak Hybrid Plug-in

Renault menyebut 4 Troop sebagai kendaraan 4x4 dengan drivetrain hybrid untuk operasi senyap dan jangkauan jauh.

Fitur Vehicle-to-Load (V2L) memungkinkan kendaraan menyuplai listrik ke peralatan eksternal.

Dari segi mesin, prototipe ini menggunakan sistem plug-in hybrid Rafale E-Tech 4x4 dengan tenaga 300 hp dan baterai 22 kWh yang memberikan jangkauan listrik murni 100 km.

>>> Volkswagen ID. Buzz Icon Collection Kini Dilengkapi Fitur SmartDeck

Rafale sendiri berbagi arsitektur CMF-CD dengan Austral dan Espace.

Potensi Produksi Massal

Meski masih berupa prototipe, Renault menyatakan kendaraan ini bisa diproduksi massal untuk penempatan cepat dengan biaya optimal.

Peralatan Thales sudah memenuhi standar operasional dan konektivitas yang dibutuhkan militer.

Renault menawarkan keuntungan logistik karena platform sipil dapat menggunakan jaringan servis dan after-sales yang sudah ada.

>>> Ford dan Renault Hidupkan Kembali Teknologi Range-Extender EV yang Sempat Mati

Ide serupa sebelumnya juga dilontarkan Ford dengan platform F-Series dan Ranger untuk keperluan pertahanan modern.

Update Terbaru

Lihat semua