Pandemi COVID-19 menyebabkan sekitar 8 juta kendaraan tidak diproduksi untuk pasar AS. Kekurangan ini kini mendorong harga mobil bekas tetap tinggi, sementara insentif belum pulih.
Lebih dari enam tahun setelah pandemi COVID-19, pasar mobil di Amerika Serikat masih merasakan dampaknya, terutama di sektor kendaraan bekas.
Penghentian produksi dan kekurangan pasokan selama pandemi menyebabkan sekitar 8 juta kendaraan lebih sedikit dibangun untuk pasar AS.
>>> Lynk & Co 07 GT Wagon Resmi Meluncur, Jarak Tempuh Listrik Lebih 200 Km
Kendaraan yang seharusnya masuk ke pasar bekas kini jumlahnya terbatas, membuat harga tetap tinggi.
Produksi Belum Pulih Sepenuhnya
Penjualan mobil baru AS mencapai titik terendah 13,8 juta unit pada 2022. Pada 2025, penjualan naik menjadi 16,2 juta unit.
Tahun ini diperkirakan stabil antara 15,8 juta hingga 16,3 juta unit, tetapi masih di bawah 17,55 juta unit pada 2016.
>>> Ford Akui Ribuan Dashboard Masih Bisa Blank Tujuh Tahun Setelah Perbaikan
Menurut Tyson Jominy, wakil presiden senior JD Power, AS telah menjual sekitar 16 juta lebih sedikit mobil dibandingkan jika penjualan tahunan tetap di 17,55 juta selama dekade terakhir.
Insentif kendaraan baru juga masih di bawah level pra-pandemi.
Sebelum COVID-19, insentif rata-rata sekitar 9,5 persen, kemudian turun drastis, dan kini baru pulih ke kisaran 6,5 hingga 7 persen.
>>> Peugeot Siapkan Edisi Khusus Le Mans untuk Enam Model, Kecuali Dua
Ketidakpastian ekonomi global, termasuk perang di Iran dan kenaikan harga bahan bakar, turut mempengaruhi pasar mobil bekas.
“Harga naik sekitar sepertiga, namun gaji dan pendapatan tidak sebanding dengan kenaikan itu,” kata Jominy.
“Kelompok pembeli yang mampu membeli kendaraan baru semakin kecil.
>>> Renault Rafale Disulap Jadi Markas Komando Militer Pengendali Drone
Pendapatan rumah tangga rata-rata pembeli mobil baru di atas $150.000 per tahun, dibandingkan sekitar $80.000 untuk rata-rata ekonomi AS secara keseluruhan.”
