Penjualan global EV dan PHEV hanya naik 0,9% secara year-to-date. Amerika Utara kehilangan lebih dari seperempat pembeli, sementara Eropa tumbuh 23%.
Secara year-to-date, penjualan turun 15 persen menjadi 3,9 juta unit.
Kabar baiknya, penjualan Mei naik 11 persen dibanding April, menandakan pemulihan mulai terjadi.
Ekspor NEV China juga mencapai rekor hampir 450.000 unit pada Mei, dipimpin BYD, Chery, dan Geely.
>>> Penerus GT40 Ini Tinggalkan Ford, Pakai Basis Audi R8
Permintaan baterai tetap lebih kuat dibanding penjualan kendaraan, karena pembeli beralih ke EV berukuran besar dengan paket baterai lebih besar.
Amerika Utara Anjlok 26%
Kondisi paling parah terjadi di Amerika Utara.
Penjualan EV dan PHEV di kawasan ini turun 26 persen year-over-year menjadi sekitar 120.000 unit pada Mei.
Secara year-to-date, penjualan turun 25 persen menjadi 580.000 unit.
Penurunan ini dipicu oleh dihapuskannya kredit pajak federal EV AS tahun lalu dan mundurnya banyak merek tradisional dari pengembangan EV.
Sementara itu, di luar China dan Amerika Utara, penjualan naik 80 persen year-over-year menjadi 250.000 unit pada Mei.
>>> Porsche Hentikan Produksi Taycan Wagon, Fokus pada Sedan
Secara year-to-date, kenaikan mencapai 89 persen menjadi 1,1 juta unit.
