Lexus GX 460 yang dihentikan produksinya pada 2023 menjadi incaran pembeli SUV bekas yang ingin menghindari masalah air suspension. Dengan mesin V8 tangguh dan opsi coil spring, GX 460 menawarkan keandalan tinggi.
Lexus GX 460, yang produksinya berakhir pada 2023, kini menjadi buruan di pasar mobil bekas.
SUV ini menarik perhatian pembeli yang ingin menghindari kerumitan dan biaya perbaikan air suspension yang mahal.
>>> Denza N8L Facelift Meluncur di China: Jarak Tempuh Listrik 430 km dan Flash Charging
Banyak pembeli Lexus mengandalkan reputasi keandalan merek tersebut. Namun, fitur yang lebih kaya sering berarti biaya perawatan yang lebih tinggi, terutama pada sistem air suspension.
Mengapa Air Suspension Menjadi Kekhawatiran
Sistem air suspension pada mobil mewah Eropa seringkali rumit dan mahal jika rusak.
Sensor yang aus dan komponen karet yang getas seiring waktu dapat menyebabkan tagihan perbaikan yang besar.
Lexus memiliki pendekatan yang lebih sederhana. Pada Lexus LS, digunakan kompresor on-demand yang hanya memompa udara saat diperlukan.
Sementara itu, Lexus LX menggunakan Active Height Control (AHC) berbasis hidrolik yang lebih tahan lama.
Meski AHC lebih andal, beberapa pembeli tetap khawatir, terutama jika berniat meninggikan kendaraan. Di sinilah daya tarik Lexus GX 460 muncul.
>>> Bos Baru Mitsubishi Ingin Lancer Evo Kembali, Tapi Jangan Berharap Dulu
Keunggulan Lexus GX 460
GX 460 menawarkan opsi coil spring pada trim bawah, yang lebih sederhana dan murah diperbaiki dibanding AHC. Bagi pembeli yang ingin memodifikasi suspensi, coil spring adalah pilihan ideal.
