Honda Prelude 2026 kembali setelah 25 tahun, memicu perdebatan sengit di komunitas JDM. Puris meragukan identitas hybridnya, sementara pragmatis melihatnya sebagai satu-satunya cara untuk menghidupkan kembali nama legendaris.
Honda Prelude 2026 kembali setelah 25 tahun absen, dan reaksi komunitas JDM terbelah. Road & Track menyebutnya sebagai keanehan di dunia yang didominasi crossover.
The Drive menghabiskan waktu berminggu-minggu dengannya dan menemukan afeksi tulus dari pengemudi sehari-hari.
>>> Startup AS Rilis Pikap Murah $21.500, Mirip Kei Car Versi Amerika
Di antara kedua pandangan itu, perdebatan nyata terjadi di kalangan loyalis Honda tentang apa sebenarnya nama Prelude—dan apakah coupe hybrid ini layak menyandangnya.
Identitas Asli Prelude
Prelude memiliki identitas spesifik: coupe sport berpenggerak roda depan yang digunakan Honda untuk mendorong batas rekayasa, generasi demi generasi.
Generasi kelima memiliki Active Torque Transfer System (ATTS), sistem vektor torsi mekanis yang terasa eksotis untuk Honda produksi massal.
Mesin VTEC di seluruh lini memberikan tenaga yang memuaskan bagi pengemudi yang tahu cara menggunakannya. Itulah tolok ukur yang digunakan untuk mengukur model 2026.
Powertrain hybrid, meskipun canggih, bukanlah yang diinginkan para puris.
Lima generasi Prelude berjalan dari 1978 hingga 2001.
Prelude menghabiskan sebagian besar waktunya sebagai coupe halo berfokus pengemudi—mobil yang berada di atas Civic dan Accord dalam hal niat sporty.
Generasi ketiga memperkenalkan kemudi empat roda.
Generasi keempat menghadirkan mesin H22A VTEC dengan tenaga sekitar 190-200 tenaga kuda, dalam bobot di bawah 2.800 pon.
Generasi kelima dan terakhir menambahkan ATTS pada trim Type SH, sistem yang menggunakan set roda gigi planet untuk secara aktif menggeser torsi antara roda depan di tengah tikungan—trik yang masih belum bisa ditandingi sebagian besar pabrikan secara mekanis.
