Presiden Trump mengklaim perusahaan minyak melakukan praktik curang dengan tidak menurunkan harga BBM seiring turunnya harga minyak mentah. Ia meminta Departemen Kehakiman menyelidiki dugaan 'price gouging'.
Presiden Donald Trump kembali menyoroti harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat.
Ia menuduh perusahaan minyak besar atau 'Big Oil' melakukan praktik pencungkilan harga (price gouging) dengan tidak menurunkan harga BBM secara proporsional mengikuti penurunan harga minyak mentah.
>>> Jeep Grand Wagoneer 2026: Mengubah Standar SUV Mewah Amerika
Dalam pernyataannya, Trump menginstruksikan Departemen Kehakiman (DOJ) untuk menyelidiki klaim tersebut. Ia menekankan bahwa harga BBM harus turun lebih cepat dari yang terjadi saat ini.
Harga BBM Sudah Turun, Tapi Belum Sesuai Ekspektasi
Data menunjukkan harga rata-rata nasional BBM di AS saat ini berada di angka $3,93 per galon.
Angka ini turun signifikan dari $4,52 sebulan lalu dan $4,03 pekan lalu. Dalam sebulan terakhir, harga BBM telah turun hampir 60 sen.
Namun, Trump menilai penurunan itu belum cukup.
>>> Kanada Izinkan Merek China Jual EV Melebihi Kuota dengan Syarat
Ia menyebut konsumen dirugikan karena harga di pompa bensin tidak turun sebanding dengan penurunan harga minyak mentah West Texas Intermediate yang kini berada di kisaran $71 per barel.
Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak hingga sekitar $100 per barel selama Maret hingga Mei akibat perang dengan Iran.
Kondisi mulai mereda setelah ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU) gencatan senjata, meskipun situasi di Lebanon masih mengancam kesepakatan final yang ditargetkan dalam 60 hari ke depan.
