General Motors menginvestasikan $150 juta untuk memproduksi Cadillac baru bermesin bensin di pabrik Spring Hill, Tennessee, seiring pergeseran strategi dari rencana listrik penuh.
General Motors (GM) mengumumkan investasi sebesar $150 juta untuk memproduksi model Cadillac baru di pabrik perakitan Spring Hill, Tennessee.
Model tersebut akan menggunakan mesin pembakaran internal (ICE), menandai perubahan arah dari rencana awal Cadillac yang ingin beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik.
>>> Mobil Ford 1941 Ditemukan di Kapal Induk Perang Dunia II yang Tenggelam
Keputusan ini diambil setelah adopsi kendaraan listrik yang lebih lambat dari perkiraan, memaksa Cadillac untuk menyesuaikan strategi.
Saat ini, lini kendaraan bensin Cadillac sudah menua, dan beberapa model seperti XT4 serta XT6 sudah tidak diproduksi lagi.
Model Baru yang Diharapkan
GM sebelumnya telah mengumumkan rencana meluncurkan XT5 yang didesain ulang pada paruh kedua tahun 2027.
>>> Shell Perkenalkan Konsep EV Efisien dengan Target Isi Daya 10 Menit
Investasi di Spring Hill kemungkinan besar digunakan untuk memproduksi model tersebut, meskipun GM belum memberikan konfirmasi resmi.
Pihak Cadillac hanya menyatakan bahwa dana tersebut mendukung produk ICE masa depan.
Model XT5 versi China yang diperkenalkan dua tahun lalu bisa menjadi gambaran desain untuk pasar AS.
>>> Suzuki V-Strom 650: Mesin V-Twin 645cc yang Mampu Menempuh 100.000 Mil
Versi China hadir dengan layar melengkung 33 inci, jok kulit semi-aniline, sistem pencahayaan ambient 126 warna, sunroof panoramik, serta sistem audio AKG 15 speaker.
Mesin yang digunakan adalah 2.0 liter turbo bertenaga 233 hp.
Selain investasi untuk perakitan, GM juga mengalokasikan $125 juta untuk pabrik Spring Hill Global Propulsion Systems guna mendukung mesin 2.7 liter turbo.
>>> GMC Sierra 2027 Pertahankan V8 dengan Desain Terinspirasi EV
Dana tersebut akan digunakan untuk memperbarui peralatan dan memperpanjang masa produksi mesin yang dipakai pada Chevrolet Colorado, Canyon, Silverado, dan GMC Sierra.
