BMW R 12 nineT menawarkan perpaduan desain retro sejati dengan teknologi modern. Mesin boxer, sasis premium, dan material berkualitas membuatnya terasa sebagai upgrade sejati dibanding pesaing.
Berat basah 485 pon terasa lebih ringan berkat massa boxer yang rendah di antara lutut. Tangki yang lebih pendek membuat setang lebih dekat ke pengendara.
Tinggi jok 31,3 inci cukup rendah, dengan opsi jok rendah 30,7 inci.
Material berkualitas tinggi terlihat dari tangki aluminium yang disikat, header berlapis krom, detail milled, dan garpu emas.
Instrumen bundar, velg dua warna tubeless, serta knalpot ganda menjadi homage pada era 1970-an.
Semakin dekat dilihat, semakin terasa kemewahan dan perhatian terhadap detail. Ini bukan retro palsu, melainkan motor yang benar-benar dibangun dengan substansi.
>>> Shelby Raptor R Tembus 1.000 HP, Harganya Hampir Rp3,2 Miliar
Perbandingan dengan Triumph Speed Twin 1200
Triumph Speed Twin 1200 sering menjadi pesaing utama R 12 nineT. Dengan harga $15.395, Triumph lebih murah.
Mesin parallel twin 1.200 cc berpendingin cairan menghasilkan 103 hp dan torsi 82,6 lb-ft.
Berat basah 476 pon dan tinggi jok 31,7 inci membuatnya mudah digunakan sehari-hari.
Triumph juga tampil modern-klasik dengan fork Marzocchi 43 mm dan kaliper empat piston.
Bagi yang menginginkan pengalaman retro roadster dengan harga lebih terjangkau, Speed Twin 1200 adalah pilihan cerdas.
Namun, kelebihan BMW terletak pada karakter mesin boxer yang unik. Mesin flat-twin memberikan tampilan, suara, dan sensasi goyang yang tidak bisa ditiru mesin parallel twin.
Shaft drive juga menjadi keunggulan perawatan. Kualitas material dan finishing BMW berada di level yang lebih tinggi.
>>> Mobil Reli Lada 2105 VFTS Langka Dilego Rp1,1 Miliar di Jerman
Di atas kertas, Triumph mungkin lebih masuk akal secara finansial. Namun, R 12 nineT terasa sebagai langkah nyata setiap kali dikendarai.
