Peneliti Eropa mengusulkan pajak dan regulasi berdasarkan dimensi kendaraan untuk menghentikan tren mobil yang terus membesar, yang disebut 'carspreading', demi keselamatan dan ketersediaan parkir.
Mobil baru terus bertambah panjang, lebar, tinggi, dan jarak dari tanah. Para peneliti memperingatkan bahwa kendaraan yang lebih besar dapat memperburuk keselamatan dan kekurangan tempat parkir.
Sebuah laporan baru mengusulkan pajak dan regulasi yang bertujuan mengecilkan ukuran kendaraan di masa depan. Studi ini dilakukan oleh Transport & Environment (T&E) dan Clean Cities di Eropa.
>>> McMurtry Spéirling Mendekati Produksi dengan Akselerasi 0-60 dalam 1,38 Detik
Fenomena 'Carspreading' dan Dampaknya
Laporan tersebut menyebut fenomena ini sebagai "carspreading," yaitu perluasan dimensi kendaraan secara stabil di seluruh Eropa.
Menurut studi, mobil baru yang terjual rata-rata bertambah panjang 1,2 cm dan tinggi 0,5 cm setiap tahun.
Lebar dan tinggi kap mesin juga meningkat sekitar 0,5 cm per tahun.
Pola ini telah berlangsung sejak tahun 2000, selama seperempat abad pertumbuhan tanpa henti, meskipun ukuran keluarga pembeli mobil justru semakin kecil.
Laporan membandingkan dua skenario masa depan. Pertama, jika produsen mobil melanjutkan tren saat ini dengan SUV yang mendominasi penjualan.
Kedua, jika pembuat kebijakan mendorong "right-sizing" atau ukuran yang tepat, mengembalikan dimensi rata-rata ke level 2010-2015.
>>> 2026 Kia K4: Sedan Terjangkau dengan Nuansa Premium
Dampak Multidimensi: Parkir, Keselamatan, dan Energi
Jika kendaraan terus membesar, kota bisa kehilangan 8,5 hingga 14 persen kapasitas parkir di jalan pada 2040.
