Lexus RC F menua lebih baik berkat V8 atmosferik, keandalan, desain khas, dan karakter grand tourer yang langka di era turbo dan elektrifikasi.
Mesin 2UR-GSE V8 terbukti sangat tahan lama. Kesederhanaan mesin tanpa turbo mengurangi kekhawatiran akan keausan komponen.
>>> Perbandingan Harga: Corvette Z06 2026 vs Porsche 911 GT3 Bekas
Desain RC F tetap menonjol di antara para pesaing. Grille spindle agresif dan stance lebar membuatnya mudah dikenali.
Kelangkaan juga menambah daya tarik.
Penjualan tertinggi RC terjadi pada 2015 dengan 14.784 unit, lalu menurun drastis menjadi hanya 1.349 unit pada 2025.
Karakter grand tourer RC F akhirnya diapresiasi. Bobot yang lebih berat dibanding rival seperti BMW M4 justru memberikan kenyamanan dan stabilitas di jalan raya.
RC F tidak pernah menjadi yang tercepat di lintasan. Namun, kombinasi V8 atmosferik, keandalan, kenyamanan, dan kelangkaan membuatnya menjadi pilihan cerdas jangka panjang.
>>> Honda SCL500: Motor Jepang yang Kurang Diperhatikan
Mobil ini membuktikan bahwa menjadi underdog bukan berarti kalah. Dengan pendekatan yang tidak mengikuti tren, RC F justru menua dengan anggun.
