Ferrari Luce, mobil listrik pertama Ferrari, langsung habis terjual di China meskipun menuai kritik online. Fenomena ini menunjukkan kekuatan merek Prancing Horse.
Ferrari baru saja meluncurkan mobil listrik pertamanya, Luce, pada akhir Mei 2026. Harganya sekitar 640.000 dolar AS atau setara Rp 10,4 miliar.
Segera setelah diperkenalkan, Luce mendapat kritik pedas dari para penggemar dan komentator otomotif.
>>> Cupra Leon VZ TCR Tertangkap Kamera Saat Uji Coba di Nürburgring
Kritik tersebut menyoroti tiga hal: desain, mesin, dan prinsip. Banyak yang menilai desain Luce terlalu sederhana dan tidak mencerminkan ciri khas Ferrari.
Tidak adanya mesin pembakaran internal juga dianggap sebagai pengkhianatan terhadap identitas merek.
Kritik Tak Menghentikan Penjualan
Meskipun menuai kritik, alokasi Luce untuk pasar China langsung habis terjual pada akhir Juni 2026. Pembeli tidak menunggu konsensus dari komunitas penggemar.
Harga yang sangat tinggi menunjukkan bahwa target pasar adalah kelompok pembeli superkaya yang tidak terpengaruh oleh sentimen media sosial.
>>> Kia Pecahkan Rekor Penjualan Ritel di AS, Bukan Rekor Total Bulanan
Pasar China dikenal sangat menyukai merek warisan Eropa.
Bagi pembeli di segmen ini, Ferrari EV seharga 640.000 dolar AS bukanlah kompromi, melainkan simbol status dengan logo terkenal.
Penjualan habis membuktikan bahwa daya tarik merek masih sangat kuat.
Ferrari telah lama memahami bahwa aset terpentingnya bukanlah jenis mesin tertentu, melainkan aura merek itu sendiri.
>>> Hyundai Recall 96.310 Tucson di AS Akibat Layar Dasbor Mati Mendadak
