Zeus Offroad dari Dubai mengubah BMW M240i menjadi mobil off-road bergaya safari dengan lift kit 3 inci, ban all-terrain, dan bumper aluminium. Proyek ini mewujudkan konsep M2 Dakar yang semula hanya lelucon April Mop BMW.
Ketika BMW meluncurkan konsep digital M2 Dakar sebagai lelucon April Mop pada 2025, banyak penggemar berharap pabrikan Jerman itu benar-benar mewujudkannya.
Namun, BMW membiarkan konsep tersebut tetap dalam dunia imajinasi. Setelah pasar aftermarket justru mengambil alih.
>>> Ferrari Luce EV Ludes Terjual di China Meski Dikritik Habis-habisan
Zeus Offroad, tuner asal Dubai, mengubah BMW M240i Coupe menjadi mobil off-road yang tangguh. Mobil ini dirancang untuk menaklukkan medan gurun yang keras.
Perubahan Eksterior dan Suspensi
Bumper aluminium depan dan belakang menjadi bagian yang paling mencolok. Masing-masing dilengkapi skid plate terintegrasi dan titik pemulihan.
Tambahan fender extension yang dibaut dan mud flap menjaga kotoran tidak mengenai bodi. Sentuhan keren lainnya adalah roof rack Thule dengan lampu LED dan deflektor angin.
>>> Cupra Leon VZ TCR Tertangkap Kamera Saat Uji Coba di Nürburgring
Di bagian belakang, terdapat knalpot ganda khusus yang memberikan ciri khas visual unik pada coupe yang diangkat ini.
Perubahan terbesar terjadi di bagian bawah mobil.
Lift kit setinggi 3 inci (76 mm) yang menggunakan coilovers adjustable Flatout meningkatkan ground clearance dan jarak suspensi untuk melaju di atas pasir.
>>> Kia Pecahkan Rekor Penjualan Ritel di AS, Bukan Rekor Total Bulanan
Zeus juga mengganti velg pabrik dengan velg 17 inci yang dibalut ban off-road gendut. Ban ini akan berguna di pasir, karena BMW M240i penggerak roda belakang murni.
Di bawah kap mesin, terdapat mesin 3.0 liter turbocharged enam silinder yang menghasilkan 382 hp (285 kW / 388 PS).
Harga build ini tidak disebutkan oleh Zeus Offroad, dan kemungkinan besar hanya satu unit.
>>> Hyundai Recall 96.310 Tucson di AS Akibat Layar Dasbor Mati Mendadak
Sebelumnya, bengkel yang sama juga memodifikasi Porsche Panamera, meskipun sebagian besar proyek mereka berbasis Cayenne.
