Mercedes-Benz menghadapi tekanan di pasar China akibat penjualan CLA listrik yang lesu. Peluncuran GLC listrik pada Juli 2026 diharapkan membalikkan situasi, namun analis skeptis.
Mercedes-Benz menghadapi tantangan dalam transisi elektrifikasi di pasar China. Penjualan model listrik CLA yang lesu membayangi peluncuran GLC listrik mendatang, seperti dilaporkan Jiemian News.
Sejak Februari 2025, pabrikan Jerman ini telah melakukan dua putaran PHK di China. Penyebabnya adalah penurunan laba akibat menyusutnya penjualan.
>>> BMW Pekerjakan Robot Humanoid Figure 03 di Pabrik AS
Upaya manajemen untuk memanfaatkan strategi lokalisasi dan daya saing produk belum membuahkan hasil memuaskan.
Penjualan CLA Listrik Jauh dari Target
CLA listrik diluncurkan pada November 2025 sebagai model paling efisien dan cerdas dari Mercedes-Benz. Mobil ini mengusung arsitektur MB.
OS yang terintegrasi dengan model bahasa besar Doubao dari ByteDance.
CLA juga dilengkapi sistem bantuan pilot canggih hasil kemitraan dengan Momenta.
Untuk mendukung masuk pasar, perusahaan mengadopsi taktik pemasaran lokal seperti uji jalan tol jarak jauh dan penempatan di China Open.
Pada April 2026, Mercedes-Benz memperkenalkan CLA 260 L entry-level dengan harga mulai 229.000 yuan (sekitar 33.700 dolar AS).
>>> BYD FCB Tai 9 Flagship SUV Terpantau dengan Panjang 5,3 Meter dan Flash Charging
Meski memiliki platform 800V, perpanjangan wheelbase 40mm eksklusif China, dan baterai LFP 60kWh, model ini gagal menarik minat.
Data penjualan bulanan dari Februari hingga Mei 2026 hanya 21, 358, 52, dan 161 unit. Total penjualan tidak mencapai 5.000 unit.
