BMW menghadirkan X5 generasi kelima dengan desain Neue Klasse, opsi listrik iX5, dan varian hidrogen pertama. Tersedia mesin B58 hybrid ringan, PHEV, serta iX5 60 xDrive dengan jarak tempuh 435 mil.
BMW perlahan namun pasti merombak lini kendaraannya menuju masa depan listrik dan teknologi tinggi.
Meskipun menuai pro dan kontra dari penggemar setia, model Neue Klasse tetap menarik perhatian berkat fitur teknologi dan desain yang memukau.
>>> Infiniti Q70, Sedan Mewah Jepang yang Jarang Butuh Reparasi
Setelah iX3 dan i3, giliran X5 yang menjadi model pertama SUV BMW untuk mendapatkan pembaruan penuh.
SUV legendaris ini memasuki babak baru dengan generasi kelima yang mencakup desain eksterior dan interior, teknologi, fitur, serta powertrain.
Desain Eksterior yang Berani
Sekilas, penggemar BMW akan mengenali bahasa desain Neue Klasse pada X5 baru.
Namun, model ini juga menghadirkan beberapa aspek unik yang mungkin kontroversial, seperti lampu depan double-X yang menyerupai logo platform X (sebelumnya Twitter).
BMW menyatakan bahwa desain ini menunjukkan penghormatan kepada keluarga SUV X yang dipelopori oleh X5.
Grill ginjal vertikal Iconic Glow yang lebih kecil juga hadir, serupa dengan iX3. Eksterior lainnya mengikuti alur halus dari depan ke belakang khas Neue Klasse.
>>> Suzuki Raih Tiga Penghargaan Otomotif Award 2026
Fitur baru termasuk gagang pintu Winglet yang terintegrasi di pilar B dan C, serta lampu belakang yang menggemakan lampu depan double-X.
Powertrain: Dari Bensin hingga Hidrogen
Generasi kelima X5 tetap menawarkan mesin pembakaran internal (ICE) dan plug-in hybrid (PHEV), tetapi untuk pertama kalinya hadir varian listrik penuh iX5 dan varian hidrogen—model produksi hidrogen pertama BMW.
