Ekspor BYD Shark 6 turun 25,76% year-on-year pada semester I 2026, dengan total 20.037 unit terjual. Persaingan global dan ketergantungan pada pasar Australia menjadi faktor utama.
Ekspor BYD Shark 6 mengalami penurunan signifikan pada paruh pertama 2026. Volume ekspor turun 25,76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurut data dari Xiaodi Express, total ekspor model PHEV ini mencapai 20.037 unit pada Januari hingga Juni 2026.
>>> Hyundai Ioniq V Tinggalkan Piksel Retro, Adopsi Tampilan Cyberpunk dengan Warna Emas dan Ungu
Penurunan ini terjadi di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Penurunan Berlanjut Sejak 2025
Perlambatan ekspor Shark 6 sebenarnya sudah terlihat sejak semester II 2025. Pada paruh pertama 2025, BYD mengekspor 26.988 unit, namun hanya 12.478 unit pada paruh kedua.
BYD Shark 6 pertama kali meluncur secara global pada Mei 2024 di Meksiko. Model ini merupakan pikap hybrid plug-in pertama dari BYD.
Setelah debut, Shark 6 masuk ke berbagai pasar seperti Australia, Brasil, Chili, Afrika Selatan, Arab Saudi, Irak, dan Uni Emirat Arab.
Pada 2024, BYD mengekspor 11.038 unit Shark 6, dan tahun lalu totalnya mencapai 39.466 unit.
>>> Tank 300 L Resmi Buka Pre-Sale di China, Tawarkan Dua Varian Hybrid
Ketergantungan pada Pasar Australia
Shark 6 tampaknya sangat bergantung pada pasar Australia.
Pada Juni 2026, BYD mengekspor 4.000 unit pikap ini, dan 85% di antaranya atau 3.398 unit dikirim ke Australia.
BYD sendiri mencatat penjualan tertinggi sepanjang masa di Australia pada Juni 2026, yaitu 18.881 unit. Namun, ketergantungan pada satu pasar membuat model ini rentan terhadap fluktuasi permintaan.
