Gedung Putih mempromosikan Freedom Fuel Network yang menjual bensin murah di Philadelphia. Harga $3,47 per galon, jauh di bawah rata-rata nasional.
Gedung Putih mempromosikan jaringan bahan bakar misterius bernama Freedom Fuel Network. Sebuah stasiun pengisian bahan bakar baru dibuka di Philadelphia dengan harga bensin yang mencurigakan murah.
Bensin reguler tanpa timbal dijual seharga $3,47 per galon. Harga itu 41 sen lebih rendah dari rata-rata negara bagian Pennsylvania.
>>> Stellantis Bawa Leapmotor ke Meksiko, AS Masih Tertutup
Harga tersebut juga jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai $3,78 per galon. Kebijakan ini muncul di tengah ketegangan AS-Iran yang kembali memanas.
Militer AS menyerang lebih dari 80 target sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal dagang di Selat Hormuz.
Presiden Trump menyatakan gencatan senjata telah berakhir.
>>> Ducati Multistrada V2: Motor ADV Mewah yang Praktis dan Andal
Harga minyak melonjak akibat konflik tersebut. Dow Jones Industrial Average turun hampir 600 poin.
Jaringan Bensin Murah
Freedom Fuel Network mencantumkan 25 stasiun bahan bakar di Pantai Timur AS. Sebagian besar berada di Pennsylvania, namun lima di antaranya terletak di New Jersey.
Video promosi yang dirilis Gedung Putih tampak seperti propaganda negara. Video tersebut berisi pujian untuk Presiden Trump dan menyebut "berita palsu".
>>> Audi A8 Bertahan Hingga 2027, Model Lain Dapat Pembaruan Kecil
Situs web jaringan itu tidak menyebutkan siapa pemiliknya. Tidak dijelaskan pula bagaimana mereka bisa menjual bensin dengan harga semurah itu.
Seorang juru bicara Gedung Putih mengatakan kepada CBS News bahwa perusahaan itu adalah entitas swasta. Mereka mengklaim pemerintahan Trump tidak terlibat dan tidak memberikan subsidi.
Gedung Putih menyarankan bahwa kelompok tersebut mampu menurunkan harga dengan mengurangi margin keuntungan. Namun, banyak pertanyaan masih belum terjawab.
>>> Honda CB1000F: Motor Retro Liter-Class dengan Harga Tak Terduga
Harga murah itu kemungkinan tidak akan bertahan lama mengingat perang di Iran kembali berkobar.
