BYD Qin Plus generasi baru terungkap di China dengan desain eksterior anyar dan sensor LiDAR, siap meluncur dengan sistem bantuan mengemudi DiPilot 300.
Ukuran ini lebih panjang 60 mm, lebih lebar 63 mm, dan lebih tinggi 17 mm dibanding model sebelumnya.
Jarak sumbu roda juga bertambah 82 mm.
Qin Plus baru menggunakan velg 16 atau 17 inci. Overhang depan dan belakang masing-masing 978 mm dan 1.062 mm.
Sudut approach dan departure adalah 13 dan 14 derajat. Bobot kosong 1.610 kg, sedangkan bobot kotor mencapai 2.005 kg.
Powertrain Hybrid dan Sistem Bantuan Mengemudi
BYD Qin Plus baru mengadopsi powertrain plug-in hybrid DM-i dengan mesin 1,5 liter naturally aspirated BYD472QC yang menghasilkan 74 kW (99 hp).
Mesin ini dipasangkan dengan motor listrik 120 kW (161 hp). Kecepatan maksimum mencapai 180 km/jam.
>>> Mitsubishi Kembangkan Robot Humanoid untuk Bangun Mobil
Tersedia dua opsi baterai LFP dengan kapasitas 16,2 dan 24,3 kWh. Jarak tempuh listrik berkisar 107–160 km.
Konsumsi bahan bakar saat baterai habis adalah 3,6–3,7 liter per 100 km.
Sensor LiDAR di atap menandakan bahwa mobil ini mengadopsi sistem bantuan mengemudi DiPilot 300 (God's Eye B).
Sistem ini mampu menjalankan fungsi Navigate on Autopilot di jalan perkotaan dan tol.
Dengan fitur ini, mobil dapat berkendara dari satu alamat ke alamat lain secara otomatis, meskipun pengemudi tetap harus memantau situasi dan siap mengambil alih kapan saja.
Qin Plus saat ini dibanderol 79.800–99.800 yuan (sekitar Rp 176–220 juta) di China.
>>> Indian Sport Scout RT: Cruiser Lebih Murah dari Harley
Model baru kemungkinan akan dibanderol lebih tinggi karena dimensi yang lebih besar dan tambahan sensor LiDAR.
