Lexus GX 460 generasi kedua (2010-2023) membuktikan bahwa mesin V8 naturally aspirated, sasis body-on-frame, dan keandalan tinggi membuatnya lebih unggul dibanding SUV modern yang sarat teknologi.
Di tengah gempuran SUV modern dengan layar raksasa dan mesin turbo, Lexus GX 460 generasi kedua justru semakin dihargai.
SUV ini diproduksi dari 2010 hingga 2023 dan kini menjadi incaran pasar mobil bekas.
>>> Review Royal Enfield Classic 650: Retro Cruiser Seharga $7.499
Banyak SUV mewah kehilangan nilai jual dengan cepat. Namun GX 460 berbeda.
Mesin V8 4,6 liter naturally aspirated dan sasis body-on-frame membuatnya tetap relevan.
Keunggulan yang Tak Lekang Waktu
GX 460 menggunakan sasis yang sama dengan Toyota Land Cruiser Prado. Struktur ladder frame membuatnya lebih tahan terhadap puntiran saat off-road atau menarik beban berat.
Suspensi depan double wishbone dan poros belakang solid memberikan durabilitas tinggi. Sistem penggerak empat roda penuh waktu dengan transfer case dua percepatan dan limited-slip differential Torsen menjadi standar.
Fitur seperti Crawl Control dan Kinetic Dynamic Suspension System tersedia pada model tahun 2014-2020.
Paket Off-Road pada model 2020 ke atas menambah perlindungan tangki bahan bakar dan monitor multi-medan.
Mesin V8 yang Semakin Langka
Jantung pacu GX 460 adalah mesin 1UR-FE V8 4,6 liter dengan tenaga 301 hp dan torsi 329 lb-ft.
>>> Fiat Topolino: Mobil Listrik Mungil Alternatif Golf Cart yang Unik
Mesin ini bekerja pada putaran rendah sehingga tidak cepat aus.
Tidak ada turbocharger yang menghasilkan panas berlebih. Tenaga puncak tercapai di 5.500 rpm dan torsi puncak di 3.500 rpm.
