Qatar Investment Authority dikabarkan memveto rencana Volkswagen bermitra dengan Rafael Advanced Defense Systems untuk memproduksi truk militer di pabrik Osnabruck, Jerman.
Otoritas Investasi Qatar (QIA) dikabarkan memveto rencana Volkswagen untuk bekerja sama dengan perusahaan pertahanan Israel, Rafael Advanced Defense Systems.
Kemitraan itu bertujuan memproduksi truk militer di pabrik Volkswagen di Osnabruck, Jerman. Truk tersebut direncanakan untuk membawa elemen sistem pertahanan udara bergerak.
>>> Mercedes-AMG CLA 45 EV Tantang Dominasi Hyundai Ioniq 5 N dengan Suara Mesin Asli
Langkah ini semula diharapkan bisa menyelamatkan sekitar 2.300 pekerjaan di pabrik yang sedang berjuang akibat menurunnya permintaan di Eropa.
Produksi di pabrik itu bisa berakhir tahun depan jika tidak ada solusi.
>>> Pengemudi DoorDash Terlindas Mobil Buron, Tetap Antar Pesanan
Kekuatan Pemegang Saham
QIA merupakan pemegang saham terbesar ketiga Volkswagen dengan kepemilikan sekitar 10,4 persen saham dan 17 persen hak suara.
Hal ini memberi mereka pengaruh signifikan dalam keputusan perusahaan.
Hubungan Qatar dan Israel memburuk sejak perang Gaza. Laporan Bloomberg menyebutkan ada pertanyaan apakah pemerintah Jerman pada akhirnya akan memesan kendaraan tersebut.
>>> Royal Enfield Himalayan 450: Motor Petualang yang Melebihi Ekspektasi
Jaringan pertahanan udara Jerman saat ini sudah mencakup sistem Arrow 3 buatan Israel, Patriot buatan AS, IRIS-T Jerman, dan Skyranger.
Volkswagen dan QIA belum memberikan komentar resmi. Rafael hanya menyatakan tetap tertarik memperluas kerja sama industri di Jerman.
>>> Ford Mustang Mach-E Kalahkan Formula E Gen4 di Goodwood 2026
Nasib para pekerja pabrik Osnabruck masih belum jelas. Mereka masih menunggu kepastian tentang masa depan pekerjaan mereka dalam waktu dekat.
