Nissan menghentikan produksi Altima setelah delapan tahun menggunakan platform yang sama. Simak faktor yang membuat sedan mid-size ini tetap laris di tengah dominasi crossover.
Nissan resmi menghentikan produksi Altima setelah delapan tahun menggunakan platform yang sama. Keputusan ini menandai akhir perjalanan salah satu sedan mid-size yang cukup lama bertahan di pasar.
Altima dikenal sebagai sedan yang mampu bersaing di tengah dominasi kendaraan crossover dan SUV. Meskipun tren pasar beralih ke mobil bertubuh tinggi, Altima tetap memiliki pangsa pasar tersendiri.
>>> 2027 Suzuki SV-7GX Meluncur di AS, Harga Mulai Rp 130 Jutaan
Faktor yang Membuat Altima Bertahan
Salah satu alasan utama Altima tetap laris adalah desainnya yang sporty dan performa mesin yang responsif. Nissan juga terus menyegarkan fitur-fitur teknologi di dalamnya.
>>> Toyota RAV4 Hybrid: Begini Penyusutan Nilai Setelah 3 Tahun
Harga yang kompetitif juga menjadi daya tarik tersendiri. Altima menawarkan nilai lebih dibandingkan beberapa pesaingnya di kelas yang sama.
Selain itu, reputasi keandalan dan biaya perawatan yang terjangkau membuat konsumen tetap setia. Banyak pembeli yang masih menginginkan sedan tradisional daripada crossover.
>>> Krisis Chip Baru: AI Kalahkan Mobil Berebut Pasokan Memori
Namun, perubahan preferensi konsumen dan regulasi emisi yang ketat akhirnya memaksa Nissan untuk menghentikan model ini. Perusahaan akan fokus pada pengembangan kendaraan listrik dan SUV.
>>> Volvo Kembali ke Pasar Wagon Listrik dengan Platform SPA3 dan Pengisian 800V pada 2028
Bagi konsumen yang masih tertarik, stok Altima baru masih tersedia di dealer hingga persediaan habis. Nissan juga menawarkan opsi model lain seperti Sentra atau SUV seperti Rogue.
