otomotif1.com

10 Motor Sport Bekas Jepang yang Masih Jadi Tolok Ukur

10 Motor Sport Bekas Jepang yang Masih Jadi Tolok Ukur
Morgan Supersport 2026 tampak samping warna silver

Dari NR750 hingga H2R, berikut 10 motor sport bekas Jepang yang tetap menjadi tolok ukur performa dan teknologi hingga saat ini.

Ukuran teks

Pada era 1980-an, motor sport dari berbagai pabrikan berhasil menangkap imajinasi para penggemar. Kecepatan yang sebelumnya tak terbayangkan kini bisa diraih di atas dua roda.

Dari semua pabrikan terkemuka, empat besar asal Jepanglah yang paling memahami potensi pasar dari kecepatan murni. Sepanjang 1980-an dan 1990-an, superbike demi superbike lahir silih berganti.

>>> Lexus ES 300h: Sedan Hybrid yang Jarang Masuk Bengkel Besar

Memasuki awal 2000-an, kesadaran akan keselamatan membuat kecepatan tertinggi motor baru dibatasi 186 mph. Jepang pun tetap mematuhi aturan itu.

Akibatnya, fokus beralih ke performa sirkuit. Hasilnya, lahirlah motor sport yang lebih sensasional dengan handling dinamis.

Membeli motor bekas selalu memiliki risiko. Lakukan riset dan berhati-hatilah.

in2

Daftar berikut disusun dari motor tertua hingga termuda.

1992 Honda NR750

Kisaran Harga: $90.000 - $100.000

Dari semua merek Jepang, Honda secara historis paling berani dalam konfigurasi mesin. NR750 memiliki mesin V4 dengan piston oval yang bekerja layaknya V8 yang diperkecil.

Mesin ini sangat mahal diproduksi dan hanya dibuat dalam jumlah kecil untuk memenuhi persyaratan homologasi.

Desainnya juga mirip dengan Ducati 916, karena motor ini menjadi inspirasi bagi Massimo Tamburini.

2005 Suzuki GSX-R1000 (K5)

Kisaran Harga: $5.000 - $7.000

Setelah Yamaha R1 diperkenalkan, superbike kelas liter menjadi standar industri. Suzuki awalnya kesulitan membuat motor kompetitif, tetapi pada 2005 mereka berhasil.

Halaman 1 dari 3: 1 2 3

Update Terbaru

Lihat semua