Seorang deputi sheriff di Volusia County, Florida, menabrakkan mobil patroli senilai $73.000 saat melaju 92 mph tanpa sedang merespons panggilan darurat. Keduanya selamat, tetapi mobil hancur total.
Seorang deputi sheriff di Volusia County, Florida, mengalami kecelakaan saat mengemudikan mobil patroli dengan kecepatan 92 mph (sekitar 148 km/jam) tanpa alasan darurat.
Akibatnya, mobil patroli senilai $73.000 (sekitar Rp1,2 miliar) hancur total.
>>> BMW Luncurkan Plugin ChatGPT untuk Konfigurasi Mobil
Untungnya, sang deputi dan anjing K-9 yang bersamanya selamat tanpa cedera serius. Namun, Sheriff Mike Chitwood mengecam keras tindakan bawahannya tersebut.
“Dia mengemudi seperti orang bodoh,” ujar Chitwood kepada FOX 35. Menurutnya, kecelakaan itu bisa berakibat fatal.
Kronologi Kecelakaan
Kecelakaan terjadi saat deputi melaju di jalan ramp menuju Interstate 95. Ia kehilangan kendali dan mobilnya terjun ke kolam retensi di pinggir jalan.
>>> Review Suzuki SV650 2026: Streetfighter yang Terus Mengejutkan
Rekaman dashcam menunjukkan mobil patroli masuk ke dalam air setelah keluar dari jalan raya. Saat ditanya apa yang sedang dikejar deputi tersebut, jawaban Chitwood singkat: “Tidak ada.”
Deputi itu telah dicopot dari tugas khususnya, termasuk unit SWAT dan K-9, sementara investigasi internal masih berlangsung. Kemungkinan sanksi disipliner lain masih terbuka.
Kebijakan Baru: Lacak Kecepatan Deputi
Kecelakaan ini mendorong perubahan kebijakan di Kantor Sheriff Volusia County.
>>> Kawasaki Z7 Hybrid: Motor Naked Hybrid yang Dirancang untuk Harian
Mereka akan mengembangkan sistem pelaporan yang secara rutin melacak kecepatan berkendara para deputi dan memberikan informasi tersebut kepada atasan.
Jika seorang deputi kedapatan ngebut tanpa alasan darurat yang sah, mereka harus menjelaskan tindakannya. Jika tidak bisa, sanksi disipliner akan diberikan.
“Sangat disayangkan kami harus melakukan ini pada para profesional,” kata Chitwood. “Tapi jika Anda tidak bersikap profesional, maka saya harus memaksa Anda bersikap profesional.”
>>> Toyota GR86: Mobil Performa Terjangkau yang Sulit Dilepas Pemiliknya
Langkah ini dinilai penting untuk menegaskan bahwa aparat penegak hukum juga harus mematuhi peraturan lalu lintas, sama seperti masyarakat umum.
