Honda memperpanjang kemitraan dengan GAC hingga 2038 meskipun penjualan di China turun drastis dari 1,62 juta unit pada 2020 menjadi 640.000 unit tahun lalu.
Honda memutuskan untuk memperpanjang kemitraan joint venture dengan Guangzhou Automobile Group (GAC) selama 10 tahun hingga 2038, meskipun penjualan di China terus menurun.
Penjualan Honda di China turun dari 1,62 juta unit pada 2020 menjadi hanya 640.000 unit tahun lalu.
>>> Audi Q Series Lengkapi Line-up Audi di Ajang GIIAS 2026
Dari jumlah tersebut, 340.000 unit berasal dari joint venture GAC dan sisanya dari Dongfeng.
Sejak 1999, joint venture GAC Honda telah memproduksi lebih dari 11 juta kendaraan. Namun, tahun ini tidak ada model baru GAC Honda yang direncanakan untuk China.
Strategi Bertahan di Tengah Persaingan
Seperti banyak pabrikan Barat lainnya, Honda menghadapi penurunan penjualan yang signifikan di China. Meski demikian, perusahaan Jepang itu belum siap menyerah.
>>> Nissan Leaf Nismo 2027 Meluncur di Jepang, Tampil Sporty Tanpa Tambahan Tenaga
Perpanjangan kemitraan ini menunjukkan komitmen Honda untuk tetap bersaing di pasar yang semakin sulit.
Seorang juru bicara Honda mengatakan kepada Nikkei Asia bahwa keputusan ini diambil untuk menilai lingkungan bisnis yang berubah cepat.
>>> BYD Buka Lowongan 9.000 Pekerja di Shenshan, Permintaan Global Melonjak
Namun, sekadar memperpanjang kemitraan tidak menjamin kesuksesan. Pembeli China kini lebih memilih merek lokal yang menawarkan mobil berkualitas dengan harga lebih terjangkau.
Pada 2024, Honda meluncurkan seri EV Ye di China, termasuk P7 yang diproduksi melalui joint venture GAC dan S7 dari Dongfeng.
Namun, model-model tersebut belum cukup menarik bagi konsumen China.
>>> Dua Jalur Satu Tujuan, GSrek Jakarta Jelajahi Krui Lampung
Honda perlu menghadirkan kendaraan dengan harga kompetitif dan teknologi mumpuni jika ingin merebut kembali pangsa pasar.
