Penjualan mobil baru di China turun 20,2% pada semester I 2026, terburuk sejak 2021. Kendaraan ICE menjadi penyebab utama dengan penurunan 39% akibat kenaikan harga BBM.
Penjualan mobil baru di China diperkirakan menjadi yang terburuk sejak 2021. Namun, penurunan ini tidak disebabkan oleh kendaraan listrik (EV).
Data dari China Passenger Car Association (CPCA) menunjukkan pengiriman kendaraan penumpang turun 20,2 persen pada semester pertama tahun ini, dengan total 8,7 juta unit.
>>> Mengapa Membeli Civic Baru Jika Sedan Sport Ini Lebih Murah?
CPCA memperkirakan total penjualan mobil penumpang tahun ini mencapai 20,4 juta unit. Angka ini turun 14 persen dibandingkan 2025 yang mencapai 23,7 juta unit.
Kendaraan ICE Jadi Penyebab Utama
Kepala Riset Industri Hong Kong/China Citic CLSA, Xiao Feng, memperkirakan penjualan tahun ini turun 20 persen dari tahun lalu.
>>> Land Rover Jual Paket SV Ultra dan Range Rover Classic 1993, Tak Bisa Pisah
Ia memprediksi penjualan kendaraan energi baru, termasuk plug-in hybrid dan baterai listrik, akan turun sekitar 5-6 persen.
Kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) menjadi penyebab utama penurunan penjualan. Pada Juni, penjualan ICE turun 39 persen year-on-year, menyumbang 78 persen dari total penurunan pasar.
Penurunan ini sebagian besar dipicu oleh kenaikan harga BBM akibat konflik di Iran. Pemerintah China juga mengurangi dukungan untuk EV.
>>> Biaya Ganti Baterai Hybrid Turun, Kabar Baik untuk Pembeli Mobil Bekas
Biaya litium meningkat, begitu pula harga chip yang sangat dibutuhkan oleh EV modern.
Feng memperkirakan permintaan konsumen akan pulih tahun depan, didorong oleh lonjakan ekspor produsen mobil China.
>>> Harley-Davidson Ultra Limited Bekas: Touring Mewah dengan Harga Setengah Gold Wing
Ia juga memprediksi hanya akan ada tujuh atau delapan perusahaan EV besar di China pada 2030, dan merek asing akan kesulitan bersaing sehingga banyak yang hengkang.
