BMW 7 Series kehilangan nilai hingga 61,8% dalam lima tahun. Namun, depresiasi tajam ini justru membuatnya menarik sebagai mobil bekas. Simak analisis lengkapnya.
BMW 7 Series dikenal sebagai sedan mewah dengan performa impresif. Namun, di balik kemewahannya, model ini mengalami depresiasi yang sangat tajam.
Menurut data iSeeCars, BMW 7 Series kehilangan 43,3% nilainya dalam tiga tahun dan 61,8% dalam lima tahun.
>>> Perbedaan Baterai Solid-State Toyota 745 Mil dengan Honda
Angka ini jauh di bawah rata-rata segmen sedan mewah ukuran penuh yang hanya 54,9%.
Depresiasi besar ini justru menjadi peluang bagi pembeli mobil bekas.
Dengan harga rata-rata lima tahun sekitar $37.914, Anda bisa mendapatkan flagship BMW dengan harga setara SUV kompak populer.
Namun, ada risiko yang perlu dipertimbangkan.
Penyebab Depresiasi Tinggi BMW 7 Series
Kompleksitas teknologi menjadi faktor utama.
BMW 7 Series dibekali sistem suspensi udara adaptif, pintu elektrik, tirai jendela otomatis, dan layar Theater Screen 31,3 inci opsional seharga $4.750.
Semua fitur ini meningkatkan risiko kerusakan jangka panjang.
>>> Suzuki Berikan Panduan Praktis Beli Mobil Baru di GIIAS 2026
Biaya perawatan tahunan diperkirakan mencapai $1.200 hingga $2.500. Sistem hybrid plug-in menambah kerumitan kelistrikan.
Sensor ADAS di balik gril besar juga rentan aus seiring waktu.
Menurut CarEdge, varian 740i hanya mempertahankan 42,3% nilainya dalam lima tahun. Sementara 760i dan 750e hybrid plug-in berada di 50,9%, dan i7 listrik di 45,4%.
Sebagai perbandingan, Lexus RC F memiliki nilai sisa tertinggi di 72,6%.
