NIO akan meluncurkan stasiun ganti baterai ke-4.000 di Quanzhou, China pada 7 Agustus. Stasiun generasi kelima ini mendukung Firefly dan mampu ganti baterai dalam 1 menit 48 detik.
NIO mengklaim jaringan penggantian baterainya adalah yang terbesar di dunia, dengan angka 4.000 kemungkinan mencakup stasiun di China dan seluruh dunia.
Teknologi ini memungkinkan NIO menawarkan model Battery-as-a-Service (BaaS), di mana konsumen membeli mobil tanpa baterai dengan harga lebih rendah dan menyewa baterai melalui langganan.
Proses penggantian baterai sebagian besar otomatis. Pengemudi dan penumpang dapat tetap berada di dalam kabin saat mobil bermanuver sendiri ke stasiun.
Seluruh proses memakan waktu sekitar 3 hingga 5 menit, dan sebagian besar stasiun di China tidak dijaga.
>>> BYD Fang Cheng Bao Ti9 Diteaser di China Jelang Peluncuran
Saat NIO pertama kali diluncurkan, pembeli ES8 gelombang pertama mendapat penggantian baterai gratis seumur hidup.
Saat ini, pemilik NIO dikenai biaya berdasarkan energi yang digunakan, dengan tarif listrik dari stasiun.
Menurut China EV DataTracker, NIO mengirimkan 21.872 unit secara domestik pada Juni 2026. Onvo tercatat 11.739 unit, sementara Firefly 6.914 unit.
Ketiga merek mengalami pertumbuhan penjualan tahunan, dari 46,5% untuk NIO hingga 70-80% untuk Onvo dan Firefly.
Jaringan NIO menghadapi persaingan dari rival lokal yang fokus pada kecepatan pengisian DC. BYD Flash Charging menjanjikan pengisian penuh dalam 9 menit, dengan Geely dan FAW mengikuti.
Di bidang penggantian baterai, CATL juga meluncurkan jaringan berbasis platform Choco-SEB dan telah membangun lebih dari 700 stasiun.
>>> STP & AutoGard Luncurkan Produk Pembersih Mesin di GIIAS
Stasiun generasi kelima NIO masih menawarkan kecepatan "pengisian" yang tak tertandingi, namun apakah teknologi ini mampu menjaga keunggulan NIO masih perlu dilihat.
