China akhirnya melarang lampu biru kehijauan (turquoise) pada mobil otonom karena melanggar regulasi. Warna lampu yang diizinkan hanya putih, kuning, amber, dan merah.
China akhirnya menindak lampu biru kehijauan (turquoise) yang selama ini dipakai banyak mobil otonom. Ternyata, lampu tersebut tidak pernah sesuai dengan peraturan kendaraan penumpang.
Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) China memerintahkan produsen untuk berhenti memasang lampu tersebut. Alasannya, lampu itu tidak memenuhi ketentuan GB 4785.
>>> Cadillac CT5-V Blackwing Manual Dipastikan Pensiun Setelah 2026
Standar yang berlaku sejak Juli 2020 itu mengatur lampu eksterior dan perangkat sinyal cahaya kendaraan bermotor. Warna yang diizinkan hanya putih, kuning, amber, dan merah, bukan biru.
Lampu yang Sempat Jadi Tren
Li Auto disebut sebagai produsen pertama yang menggunakan lampu turquoise untuk menandai mode otonom pada 2022. Setahun kemudian, Mercedes mengikuti tren ini.
>>> Diskon Costco untuk Infiniti QX65, QX60, dan QX80 hingga September
Dari sana, penggunaan lampu tersebut menyebar ke sebagian besar merek China dan kemudian ke beberapa merek Barat, termasuk Cadillac.
Tren ini sempat dianggap akan menjadi standar global.
Namun, MIIT akhirnya bertindak setelah beberapa tahun membiarkannya. Belum jelas mengapa penegakan baru dilakukan sekarang, padahal popularitas lampu ini terus meningkat.
>>> Aston Martin Rilis Lima Edisi Khusus Heritage untuk Pasar AS
Menurut CNEVPost, meski lampu turquoise berguna untuk memberi sinyal mode otonom, pengguna jalan mengeluh karena terlalu terang dan dipasang di lokasi yang buruk.
Pada beberapa kendaraan, posisinya sejajar mata dan mudah mengganggu pengemudi lain.
>>> Smart #2 Pakai Mural Jalanan sebagai Kampanye Pemasaran Unik
MIIT masih memutuskan nasib ratusan ribu mobil yang sudah memakai lampu ini di jalan. Kemungkinan mereka diizinkan tetap menggunakannya, atau perusahaan dipaksa mematikannya.
