otomotif1.com

Mesin Harley-Davidson yang Jauh Lebih Maju dari Zamannya

Mesin Harley-Davidson yang Jauh Lebih Maju dari Zamannya

Mesin Revolution dari Harley-Davidson hadir pada 2002 dan membawa teknologi yang baru menjadi standar belasan tahun kemudian. Bagaimana kisahnya?

Ukuran teks

Harley-Davidson telah menghabiskan lebih dari satu abad untuk menyempurnakan mesin V-twin tradisional Amerika. Namun, tradisi bisa menjadi batasan teknis.

Pada akhir 1990-an, para pesaing mulai membuat cruiser performa yang lebih cepat, lebih halus, dan lebih canggih.

>>> GM Perpanjang Kemitraan dengan SAIC Selama 20 Tahun, Siap Luncurkan 30 Mobil Baru

Sementara itu, regulasi emisi yang semakin ketat membuat mesin berpendingin udara sulit dikembangkan tanpa mengorbankan tenaga, keandalan, atau karakter.

Milwaukee, markas Harley-Davidson, membutuhkan lebih dari sekadar peningkatan kapasitas mesin. Mereka membutuhkan mesin yang mampu membawa perusahaan ke abad yang berbeda.

Keterbatasan Pendinginan Udara

Selama puluhan tahun, mesin Harley dirancang dengan prioritas yang masuk akal untuk cruiser Amerika.

in2

Mesin menghasilkan torsi besar di putaran bawah, terlihat mekanis, dan mengeluarkan suara tidak beraturan yang diharapkan pembeli.

Batang dorong menjaga kepala silinder tetap ringkas, sirip pendingin menambah penampilan, dan putaran mesin yang rendah mendukung pengalaman berkendara santai.

Tenaga maksimum memang penting, tetapi biasanya berada di bawah warisan, kesederhanaan, dan karakter yang khas. Formula itu semakin sulit dipertahankan ketika industri sepeda motor semakin cepat.

Pabrikan Jepang menghasilkan tenaga serius dari mesin multi-silinder berpendingin cairan, sementara merek Eropa terus menyempurnakan twin kompresi tinggi dengan kepala silinder canggih.

Cruiser performa juga mulai menjadi kategori tersendiri, membuktikan bahwa pengendara bisa memiliki jok rendah dan gaya otot tanpa menerima akselerasi biasa-biasa saja.

Halaman 1 dari 5: 1 2 3 4 5

Update Terbaru

Lihat semua