Subaru menggelontorkan dana besar untuk memasarkan EV-nya, mencapai $9.650 per Solterra, namun penjualan masih lesu. Biaya pemasaran naik 40%.
Subaru mengeluarkan biaya pemasaran yang sangat besar untuk menjual kendaraan listriknya di Amerika Serikat, namun hasilnya belum sesuai harapan.
Pada kuartal terakhir, Subaru menghabiskan rata-rata $9.650 (sekitar Rp 156 juta) untuk setiap Solterra yang terjual.
>>> Kawasaki Konfirmasi Ninja ZX-6R 2027: Ini yang Perlu Diketahui
Berdasarkan data dari Motor Intelligence, biaya insentif untuk Solterra mencapai angka tersebut, sementara untuk model Uncharted dan Trailseeker masing-masing $9.155 dan $8.982.
Sebagai perbandingan, insentif rata-rata untuk Outback hanya $3.036 per unit.
Biaya Pemasaran Melonjak, Penjualan Masih Lesu
Pada kuartal kedua, biaya pemasaran Subaru di AS melonjak 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan rata-rata $2.698 per kendaraan.
Meski begitu, angka tersebut masih di bawah rata-rata industri sebesar $3.479 per kendaraan.
>>> Bugatti Destrier: One-Off Hypercar dengan W16 1.578 HP untuk Satu Orang
Kenaikan 40 persen itu jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan rata-rata pasar yang hanya 4,4 persen.
Insentif untuk model seperti BRZ, Outback, dan Legacy naik 27 persen, sementara untuk truk naik 49 persen.
Pengeluaran besar ini memangkas laba global Subaru sebesar ¥24,9 miliar ($153,8 juta) pada kuartal April-Juni.
Laba operasional Subaru turun dari $472 juta pada kuartal yang berakhir 30 Juni tahun lalu menjadi $263,2 juta pada periode yang sama tahun ini.
