Mobil modern sudah dilengkapi GPS, kamera, dan kontrol throttle elektronik yang bisa mendukung sistem pembatas kecepatan geofencing. Teknologi ini siap, tapi penerimaan pengemudi masih jadi tantangan.
Mobil modern saat ini sebenarnya sudah memiliki perangkat keras yang dibutuhkan untuk sistem pembatas kecepatan berbasis geofencing di masa depan.
Beberapa produsen mobil bahkan sudah memanfaatkan teknologi ini untuk mengubah perilaku kendaraan di lokasi tertentu.
>>> Mobil Mewah Flagship 3 Tahun dengan Harga Camry Penuh Fitur dan Bergaransi
Seorang akademisi berpendapat bahwa suatu hari nanti, kita akan memandang kebebasan untuk ngebut seperti kita memandang kebiasaan merokok di dalam pesawat yang kini dilarang.
Teknologi yang Sudah Ada
GPS, kamera onboard, kontrol throttle elektronik, dan pembaruan perangkat lunak over-the-air kini menjadi fitur umum di banyak mobil baru.
Artinya, hambatan terbesar untuk memberlakukan batas kecepatan secara elektronik mungkin bukan teknologinya, melainkan penerimaan dari pengemudi.
Profesor Marco te Brömmelstroet, yang menjabat sebagai Ketua Urban Mobility Futures di Universitas Amsterdam, membayangkan masa depan di mana geofencing dapat menghentikan pengemudi untuk melampaui batas kecepatan di area perkotaan.
“Impian saya adalah dalam 20 tahun, kita akan melihat ke belakang dan merasa tidak percaya bahwa kita pernah mengizinkan manusia mengendarai kendaraan seberat 2.000 kg secepat yang mereka mau di kota-kota kita,” ujarnya.
>>> 10 Motor Sport yang Membuat Setiap Perjalanan Terasa Seperti di Sirkuit
Ia menambahkan bahwa teknologi saat ini sudah ada untuk membantu pengemudi tidak membahayakan orang lain di jalan.
