Data terbaru menunjukkan harga rata-rata EV global turun 9% sejak 2020, kini lebih murah dari hybrid. Penurunan biaya baterai dan ekspor China menjadi faktor utama.
Selain itu, semakin banyak EV yang menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) yang bebas kobalt. Baterai LFP memang kurang padat energi, tetapi kinerjanya terus membaik.
Renault dan Volkswagen tahun lalu mengumumkan akan mengadopsi kimia baterai ini.
Sementara itu, harga mobil konvensional (ICE) justru sedikit naik dalam lima tahun terakhir. Harga plug-in hybrid turun signifikan, kemungkinan juga karena penurunan harga baterai.
>>> Citroen GS Birotor Langka Dilelang, Pabrikan Sempat Beli Kembali untuk Dimusnahkan
Konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak juga turut mendorong permintaan EV. Ketika bensin lebih mahal, perhitungan ekonomi mobil listrik menjadi lebih menarik bagi banyak pembeli.
