BMW M2 membuktikan bahwa mobil sport sejati tak harus mahal. Dengan tenaga 473 hp, transmisi manual, dan harga di bawah US$70.000, M2 menantang supercar.
Di pasar yang terus bergerak, mobil yang memenuhi ketiga kotak itu di bawah US$70.000 seharusnya tidak ada—tetapi nyatanya ada.
Pembunuh Raksasa: BMW M2
Senjata rahasia yang membuat mobil sport mahal sulit dibenarkan adalah BMW M2. Di balik kap mesinnya yang agresif, terdapat mesin enam silinder segaris 3.0 liter twin-turbo S58.
>>> Kia EV3 Resmi Meluncur di AS, Harga Mulai Rp 29.890 atau Rp 480 Jutaan
Unit tenaga ini pada dasarnya sama dengan yang ada di M3 dan M4, tetapi versi S58T di M2 telah diturunkan performanya agar tidak mengungguli saudara-saudaranya yang lebih mahal.
Namun, untuk pembaruan model terbaru, BMW menaikkan output standar S58 di G87 M2 menjadi 473 tenaga kuda, hampir setara dengan M3 dan M4 dasar.
Yang membedakan M2 di pasar yang semakin otomatis adalah komitmennya terhadap keterlibatan pengemudi.
Sementara sebagian besar pesaing telah meninggalkan pedal kopling demi transmisi kopling ganda, BMW terus menawarkan M2 dengan transmisi manual enam percepatan di samping otomatis delapan percepatan M Steptronic.
Opsi manual memberi pengemudi kendali penuh atas powerband mesin, mempertahankan koneksi taktil yang tidak bisa dibeli dengan uang di kelas harga yang lebih tinggi.
Arsitektur Siap Lintasan dalam Jejak Kaki Harian
Berbeda dengan mobil komuter yang hanya diberi pegas lebih kaku, M2 menggunakan perangkat keras berorientasi lintasan dari bawah ke atas.
