otomotif1.com

Studi: 79% Pengemudi Amerika Akui Ngebut, 30% Tak Peduli Batas Kecepatan

Studi: 79% Pengemudi Amerika Akui Ngebut, 30% Tak Peduli Batas Kecepatan
Studi: 79% Pengemudi Amerika Akui Ngebut, 30% Tak Peduli Batas Kecepatan

Studi AAA Foundation mengungkap 79% pengemudi Amerika mengaku ngebut. Sebanyak 30% bahkan percaya tidak ada yang benar-benar mematuhi batas kecepatan.

Ukuran teks

Studi terbaru dari AAA Foundation for Traffic Safety mengungkap bahwa 79% pengemudi di Amerika Serikat mengaku pernah ngebut, setidaknya sesekali.

Laporan setebal 196 halaman ini menunjukkan bahwa ngebut kini dianggap sebagai perilaku yang normal secara sosial di kalangan pengemudi.

>>> Denza Z9 GT Versi Ekstrem Terlihat, Tenaganya Bisa Tembus 1.973 HP

Menariknya, mayoritas responden tidak menganggap melaju sedikit di atas batas kecepatan sebagai ngebut.

Di jalan perumahan, arteri, dan jalan raya pedesaan, mereka baru menganggapnya ngebut jika kecepatan rata-rata 10 mph di atas batas.

Di jalan tol perkotaan dengan batas 70 mph, pelanggaran baru dianggap ngebut saat kecepatan mencapai 78 mph.

Alasan Pengemudi Ngebut

Sebanyak 31% responden mengaku ngebut untuk mendahului pengemudi yang lebih lambat, sementara 25% ingin tiba lebih cepat.

>>> Cadillac Siap Produksi V-One Jika Peminatnya Cukup Banyak

Alasan lain termasuk menghindari menghambat lalu lintas (21%) dan karena sudah menjadi kebiasaan (19%).

Di sisi lain, alasan utama tidak ngebut adalah menghindari tilang (79%) dan mengurangi risiko kecelakaan (72%).

Sebanyak 60% pengemudi juga menyebut cuaca buruk sebagai alasan untuk memperlambat laju kendaraan.

Studi ini juga menemukan bahwa 30% pengemudi percaya 'tidak ada yang benar-benar mematuhi batas kecepatan'.

>>> Mazda Perbarui RX-Vision GT3 Evo untuk Gran Turismo, Tetap Virtual

AAA menganggap temuan ini mengkhawatirkan karena ngebut menjadi faktor dalam hampir 30% kecelakaan fatal pada 2024.

Untuk mengatasi masalah ini, 87% responden mendukung peningkatan kehadiran polisi di area rawan kecelakaan akibat ngebut.

Sebanyak 71% mendukung penggunaan kamera kecepatan otomatis, meskipun umumnya orang tidak suka tilang.

Namun, dukungan terhadap infrastruktur pengurangan kecepatan justru rendah: hanya 43% mendukung polisi tidur, 40% mendukung rumble strips, dan 39% mendukung bundaran.

>>> Polisi AS Kembali Tempel Kartu Peringatan di Mobil Hyundai dan Kia

Sikap terhadap teknologi bantuan kecepatan cerdas juga beragam; pengemudi lebih setuju dengan peringatan di dasbor daripada sistem yang otomatis memperlambat kendaraan.

Update Terbaru

Lihat semua