otomotif1.com

Gedung Putih Salah Sebut Investasi Rolls-Royce plc sebagai Bagian Industri Otomotif

Pabrik mesin Rolls-Royce plc
Gedung Putih Salah Sebut Investasi Rolls-Royce plc sebagai Bagian Industri Otomotif

Gedung Putih kembali keliru menyebut investasi Rolls-Royce plc sebagai bagian dari industri otomotif. Padahal perusahaan itu fokus pada aviasi dan pertahanan, bukan mobil mewah.

Ukuran teks

Gedung Putih kembali membuat kesalahan dengan mencampuradukkan Rolls-Royce plc dan Rolls-Royce Motor Cars.

Dalam pernyataan terbaru, mereka mengaitkan investasi Rolls-Royce plc dengan upaya membangun kembali industri otomotif Amerika Serikat.

Pemerintah AS menyebut bahwa kebijakan tarif Presiden Trump sedang membangun kembali industri otomotif Amerika.

Mereka mencontohkan keputusan Ford untuk menghentikan impor Nautilus buatan China dan memproduksi lebih banyak Lincoln di AS mulai 2030.

Selain Ford, sejumlah pabrikan seperti General Motors, Stellantis, Honda, Toyota, dan Mercedes juga disebut memindahkan produksi ke AS.

Namun, ketika menyebut Rolls-Royce, pernyataan itu menjadi keliru.

Gedung Putih mengatakan, "Rolls-Royce berinvestasi 75 juta dolar AS untuk meningkatkan produksi mesin di fasilitas Aiken, South Carolina, dan baru menyelesaikan ekspansi 24 juta dolar AS di pabrik Mankato, Minnesota."

Pernyataan itu benar, tetapi tidak ada hubungannya dengan industri otomotif. Rolls-Royce plc berfokus pada aviasi sipil, pertahanan, dan sistem tenaga, bukan kendaraan mewah.

Rolls-Royce plc dan Rolls-Royce Motor Cars adalah dua perusahaan yang berbeda. Keduanya berpisah pada tahun 1970-an.

Kini, Rolls-Royce Motor Cars merupakan anak perusahaan BMW Group.

Kesalahan ini bukan pertama kalinya.

Pada Januari lalu, Gedung Putih juga menyebut investasi Rolls-Royce plc sebagai bagian dari dorongan "Make Driving Great Again".

Kekeliruan ini juga sering dilakukan oleh penulis dan publikasi lain. Rolls-Royce Motor Cars bahkan memiliki pernyataan resmi yang menjelaskan bahwa mereka terpisah dari Rolls-Royce plc.

Dengan demikian, klaim Gedung Putih tentang investasi Rolls-Royce sebagai kemenangan industri otomotif tidak tepat sasaran. Investasi tersebut lebih berkaitan dengan sektor aviasi dan pertahanan.

Update Terbaru

Lihat semua