Honda dan Nissan menjalin kerja sama baru untuk mengembangkan software dan ECU terstandarisasi. Teknologi ini akan hadir di mobil pertama pada tahun fiskal 2029.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, mempercepat inovasi, dan meningkatkan daya saing melalui pengurangan biaya pengembangan serta skala ekonomi yang lebih besar.
Kedua produsen mobil ini juga mengisyaratkan siklus pengembangan yang lebih cepat, yang dibutuhkan dalam lanskap industri yang semakin kompetitif.
Honda dan Nissan tidak berhenti pada ECU dan software. Mereka akan terus menjajaki peluang kolaborasi di berbagai bidang lain.
>>> Lexus IS 2026 Buktikan Mobil Konvensional Lebih Andal dari EV dan Rival Jerman
Menariknya, kesepakatan ini tidak melibatkan aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi yang lebih besar. Namun, Reuters melaporkan bahwa Mitsubishi sedang mempertimbangkan untuk bergabung dalam kerja sama software dan ECU ini.
