BYD mencatat 53% pendapatan dari luar negeri pada semester I 2026, sementara penjualan domestik turun tajam. Ekspansi global menjadi penopang utama.
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham turun 20,5% menjadi 12,3 miliar yuan (1,8 miliar dolar AS).
Tekanan di pasar domestik terutama berasal dari pasar PHEV yang melemah.
Penjualan PHEV grup BYD pada 2025 turun 7,9% menjadi 2,29 juta unit, dan pada Januari-Agustus 2026 turun 11,2% menjadi 1,27 juta unit.
Namun, pada Juli-Agustus 2026, BYD berhasil membalikkan tren negatif dengan total penjualan global 844.456 unit, naik 18,5%.
>>> Kia PV7 Listrik Siap Tantang Ford Transit Custom di IAA 2026
Penjualan BEV naik 29,6%, sementara PHEV naik 6%.
Tekanan tidak hanya dialami BYD. Penjualan ritel kendaraan penumpang China turun 21,1% pada Juli, penurunan bulanan kesepuluh berturut-turut.
Ekspor kendaraan penumpang China justru naik 88,2%.
BYD terus memperluas penjualan dan produksi di Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Latin.
Brasil menjadi pasar terbesar di luar China, dan BYD membangun pabrik di Brasil, Hungaria, dan Turki.
Dengan pendapatan luar negeri yang mayoritas, BYD kini lebih bergantung pada pasar global.
>>> Porsche 911 GT3 Bergsport: Edisi Khusus Pegunungan yang Tak Bisa Dinikmati Amerika
Di China, persaingan ketat dengan lebih dari 100 merek mobil membuat pasar domestik menjadi 'permainan bertahan hidup'.
