Ford optimistis Fathom, pikap listrik seharga $30.000, bisa terjual lebih dari 100 ribu unit di tahun pertamanya. Angka itu hanya pernah diraih Tesla di pasar EV Amerika.
Ford menetapkan target ambisius untuk pikap listrik Fathom yang dibanderol mulai Rp 28.350 sebelum biaya pengiriman.
Pabrikan asal Amerika itu memperkirakan mampu menjual lebih dari 100 ribu unit pada tahun pertama.
Jika tercapai, Fathom akan menjadi kendaraan listrik non-Tesla pertama di Amerika yang menembus angka penjualan tahunan sebesar itu.
Informasi ini diungkapkan oleh orang dalam Ford kepada Wall Street Journal.
Keyakinan Ford muncul di tengah pasar EV Amerika yang sedang melambat.
Pangsa pasar mobil listrik hanya 5,7 persen pada Agustus, turun dari 10,3 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Penjualan EV pada Agustus bahkan merosot 48 persen secara tahunan. Ford berharap harga yang lebih terjangkau bisa mengubah tren tersebut.
Strategi Harga dan Pesaing
Fathom menjanjikan ruang kabin lebih lega daripada Toyota RAV4, serta fitur standar seperti layar sentuh dan power window.
Hal ini menjadi pembeda dengan pesaing terdekatnya, Slate Truck, yang hanya seharga $24.950.
Slate Truck mengusung desain minimalis dengan dua kursi, jendela manual, dan tanpa stereo pabrik maupun layar sentuh.
Ford belum merilis spesifikasi teknis Fathom, tetapi diyakini mampu menyaingi atau melampaui jarak tempuh Slate yang diklaim 205 mil.
Fathom juga diprediksi memiliki kapasitas muat hingga 1.550 pon dan akselerasi 0-60 mph sekitar 4 detik, hampir setengah dari waktu yang dibutuhkan Slate.
Untuk menekan biaya produksi, Ford menginvestasikan $2 miliar untuk merombak pabrik Louisville. Proses perakitan baru dilakukan dengan merakit bagian depan, belakang, dan lantai baterai secara paralel, lalu menggabungkannya.
Ford mengklaim sistem ini mampu membangun kendaraan 15 persen lebih cepat dibanding proses sebelumnya. Fathom dijadwalkan mulai dijual pada awal 2027.
