China melaporkan baterai LFP generasi keempat dengan kepadatan energi di atas 200 Wh/kg dan 430 Wh/L, berkat bubuk katoda padat 2,65 g/cm³. Ini memperluas jangkauan EV tanpa nikel mahal.
China melaporkan kemajuan signifikan dalam teknologi baterai kendaraan listrik. Generasi keempat lithium iron phosphate (LFP) kini mampu melampaui kepadatan energi 200 Wh/kg.
Selain itu, baterai ini mencapai 430 Wh/L. Angka tersebut diraih berkat penggunaan bubuk katoda dengan kepadatan pemadatan 2,65 g/cm³.
Dengan kepadatan energi yang lebih tinggi, baterai LFP dapat memperluas jangkauan kendaraan listrik mainstream. Hal ini terjadi tanpa harus bergantung pada kimia nikel yang lebih mahal.
Inovasi ini menjadi kabar baik bagi industri otomotif listrik. Pasalnya, biaya produksi dapat ditekan sambil tetap memberikan performa yang memadai.
Kecepatan lini produksi juga meningkat hingga 7,5 sel per menit. Ini menunjukkan efisiensi manufaktur yang lebih baik.
Dengan demikian, adopsi baterai LFP generasi baru ini berpotensi mempercepat transisi ke kendaraan listrik yang lebih terjangkau.
Keunggulan utama teknologi ini adalah kemampuannya meningkatkan kepadatan energi tanpa mengorbankan biaya.
Dengan bubuk katoda yang lebih padat, baterai dapat menyimpan lebih banyak energi dalam volume yang sama, sehingga ideal untuk kendaraan listrik mainstream.
Selain itu, peningkatan kecepatan lini produksi menjadi 7,5 sel per menit menunjukkan bahwa teknologi ini siap untuk diproduksi massal.
Hal ini dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik yang lebih terjangkau di pasar.
