Para pekerja di pabrik ini tidak terikat oleh perjanjian kerja bersama seperti di pabrik otomotif Jerman lainnya, sehingga menurut serikat pekerja logam Jerman (IG Metall), pekerja Tesla dibayar hingga 20% lebih rendah daripada rata-rata rekan-rekan mereka di pabrik otomotif lainnya.
Sehubungan dengan Model 2, Elon Musk telah mengumumkan perkembangan dan pembuatan model tersebut selama beberapa tahun terakhir.
Namun, pada tahun 2022, ia mengatakan bahwa teknologi yang diperlukan untuk memproduksi mobil listrik terjangkau menurut visinya belum tersedia, sehingga rencana tersebut masih menjadi rencana dalam waktu yang belum ditentukan.
Pencapaian teknologi yang ingin diungkapkan oleh Tesla sebelum memulai produksi model kontroversial ini adalah kemampuan untuk mencetak satu floorpan tunggal yang mengintegrasikan semua komponen yang diperlukan untuk kendaraan listrik dengan metode Giga Casting yang diharapkan akan mengurangi drastis waktu dan biaya produksi.
Model ini adalah kunci bagi Tesla untuk mencapai target penjualan sebanyak 20 juta unit pada tahun 2030.
Yang pasti, Model 2 akan menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) yang lebih terjangkau dan akan memiliki dimensi yang lebih kompak dibandingkan dengan model-model sebelumnya dari perusahaan Amerika ini, dengan skenario yang dominan mengindikasikan bentuknya sebagai crossover kompak.
