Yakin Iri! Capai Usia 153 Tahun, Stasiun Kereta Api Gubeng di Surabaya Masih Beroperasi Serta Jadi Jalur Kereta Api Terbesar di Jawa Timur?

Yakin Iri! Capai Usia 153 Tahun, Stasiun Kereta Api Gubeng di Surabaya Masih Beroperasi Serta Jadi Jalur Kereta Api Terbesar di Jawa Timur?

stasiun-igorovsyannykov/pixabay-

Yakin Iri! Capai Usia 153 Tahun, Stasiun Kereta Api Gubeng di Surabaya Masih Beroperasi Serta Jadi Jalur Kereta Api Terbesar di Jawa Timur?

Stasiun Surabaya Gubeng merupakan sebuah monumen bersejarah yang berdiri kokoh sejak tahun 1870, kini telah menjelma menjadi jantungnya perkeretaapian di Surabaya.



Lokasinya yang strategis di Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, membuatnya menjadi stasiun kereta api terbesar dengan 6 jalur utama yang membelahnya.

Baca juga: Hasil Pemekaran Papua Barat Bisik Kabupaten Ini Buat Terpisah dari Provinsi Utama dan Masuk Wilayah Baru, Intip Potensi Bomberaya

Baca juga: Wacana Pemekaran Sumatera Tengah Cuma Mimpi? Syarat Bentuk Daerah Resmi Terpenuhi, Tinggal Restu Presiden Jokowi?





×

Baca juga: Kabupaten Lampung Timur Gagas Kabupaten Lampung Tenggara untuk Meningkatkan Pelayanan Publik? Rencanakan 12 Kecamatan Ikut Bergabung?

Dengan ketinggian mencapai sekitar 5 meter di atas permukaan laut, Stasiun Surabaya Gubeng (SGU) tidak hanya menjadi landmark penting.

Tetapi juga menjadi pusat keberangkatan utama untuk perjalanan kereta api di Surabaya dan Jawa Timur. Terutama, stasiun ini menjadi panggung utama bagi kereta api yang melintasi jalur selatan.

Namun, Stasiun Pasar Turi, yang berlokasi di Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, turut serta berperan dalam mengatur arus kereta api.

Khususnya, kereta api yang melintasi jalur utara, seperti kereta api jurusan Jakarta via Semarang, memulai perjalanan mereka dari Stasiun Pasar Turi.

Melangkah lebih dalam ke dalam SGU, kita akan menemukan kompleksitasnya dengan 6 jalur utama yang disusun secara cermat.

Jalur 1 yang berada di paling barat, menjadi tempat pemberangkatan bagi kereta api ekonomi menuju ke selatan. Sementara jalur 2, menjadi tempat kedatangan bagi kereta dari arah selatan.

Jalur 3 dan 4 menjadi tempat singgah bagi kereta api Logawa, Sri Tanjung, dan Penataran selama proses langsiran lokomotif. Keduanya juga berfungsi sebagai jalur berjalan langsung untuk kereta barang yang melintas.

Sumber:


BERITA TERKAIT

Berita Lainnya

vidstr