“MG adalah pemain global dengan komitmen kuat dalam membangun ekosistem EV dunia. Kehadiran pabrik manufaktur MG di Indonesia dan Thailand adalah bahwa MG serius untuk menjadi pemain kunci di Asia Pasifik. Lewat kunjungan ini, MG ingin memperlihatkan seberapa canggih dan terkemukanya teknologi yang MG bawa untuk mewujudkan perkembangan tersebut”, ujar Arief Syarifudinselaku Marketing & PR Director MG Motor Indonesia.

Jika melihat kebelakang, sebenarnnya MG sudah mmiliki pabrik yanag bberdiri sejak tahun 2013 di Thailand.
Pabrik tersebut berdiri di atas lahan seluas 70 hektar di kawasan WHA Eastern Seabord Industrial Estate 2 di Chon Buri yang memiliki kapasitas produksi maksimum 100.000 unit per tahun.
Besaran investasi atas pabrik tersebut mencapai THB30 miliar atau sekitar lebih dari Rp13 triliun, serta dilengkapi dengan sistem otomasi dan robotika untuk memproduksi 100,000-unit mobil setiap tahunnya.
Selain itu dan sejak bulan Oktober lalu, sekitar 12 hektar dari kawasan pabrik tersebut juga telah dibangun dan dioperasikan pabrik manufaktur untuk baterai EV yang ditargetkan mampu memproduksi 50.000-unit baterai EV setiap tahunnya.

Proses produksi tersebut sangat sarat dukungan dari teknologi robot dan AI untuk kemantapan akurasi, serta juga disertai tangan-tangan ahli untuk realisasi kualitas produksi yang maksimal.
“MG telah menjadi pelopor dalam hal elektrifikasi selama beberapa tahun terakhir. Dukungan kuat dari berbagai pihak, khususnya konsumen MG di seluruh dunia, membuat MG menjadi pilihan mobilitas yang sangat dihargai secara global. Kami menerapkan prinsip yang sama dengan penuh dedikasi di Indonesia, di mana komitmen pemerintah untuk mencapai emisi netral pada tahun 2060 mendorong kami untuk mempercepat penetrasi kendaraan listrik di Indonesia. Melalui produksi lokal kendaraan MG, kami memastikan bahwa setiap kendaraan yang keluar dari lini produksi telah menjalani pengujian kualitas yang ketat,” imbuh Arief.
