Beratnya jalur transportasi yang harus dilewati juga menuntut Perum Damri untuk dapat menyiapkan armada yang mumpuni agar dapat melayani kebutuhan transportasi yang layak bagi masyarakat hingga ke pelosok.
Ia pun merasa Perum Damri belum bisa bersaing dengan perusahaan jasa angkutan lain seperti PT KAI. “Masyarakat tidak bisa menyama ratakan bisnis Perum Damri dengan PT KAI yang sudah berstatus swasta dan menguasai bisnis perkereta apian di Indonesia sebagai penguasa tunggal.
“Perjuangan Damri dalam merintis rute perjalanan angkutan penumpang tidak bisa dianggap sebagai saingan apalagi jika Damri dianggap sebagai anak emas pemerintah. Tetapi harus disadari bahwa Perum Damri lah yang pertama kali merintis trayek perjalanan angkutan penumpang dari satu kota ke kota yang lain. Jadi sangatlah sesuai jika dalam kesempatan diskusi ini Damri mengangkat tema “Melayani Tiada Henti,” ujar Ditto mamaparkan.
Sebagai pengusaha angkutan penumpang Ditto merasa bahwa Damri sudah melakukan tugasnya dengan baik. “Kami sebagai pelaku usaha angkutan swasta merasa peran Damri dalam merintis jalur perjalanan menjadi trayek angkutan umum yang kemudian juga digunakan oleh kami pihak swasta adalah suatu upaya yang luar bisa. Untuk itu, Kami sangat berterima kasih kepada Damri.”
***
