Kijne bukan hanya seorang pendeta, tetapi juga seorang pendidik yang membuka jalur pendidikan di wilayah tersebut.
Selain itu, kontribusinya melibatkan penciptaan lagu-lagu rohani yang masih digunakan dalam ibadah umat kristen di Tanah Papua hingga saat ini.
Keberadaan bandara baru ini diharapkan dapat membuka akses transportasi yang lebih efisien ke Provinsi Papua Barat, membantu memfasilitasi keberlangsungan dua acara besar di Teluk Wondama.
Pertama, Perayaan Satu Abad Tanah Peradaban pada tahun 2025, dan kedua, Sidang Sinode GKI (Gereja Kristen Injil) di Tanah Papua pada tahun 2027.
Dengan demikian, bandara baru ini bukan hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga menjadi elemen penting dalam mendukung perkembangan dan kegiatan di wilayah tersebut.
Demikianlah informasi terkait bandara baru yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Provinsi Papua Barat.***
