Penggunaan utama teknologi hidrogen ini berada pada sistem sistem powertrain untuk kendaraan berat dimana Bosch telah menerima pesanan pertamanya dari produsen truk di Eropa, AS, dan China. Para perusahaan ini juga mengerjakan komponen untuk mesin hidrogen, yang mengubah bahan bakar langsung menjadi energi tanpa terlebih dahulu mengubahnya menjadi listrik.
“Pada prakteknya, ketika didukung dengan hindrogen hijau (ramah lingkungan) maka praktik mesin menghasilkan karbon yang lebih netral. Ditargetkan mesin ini akan beroperasi di tahun ini sejalan dengan sejumlah negera dan pelaku industri di seluruh dunia yang juga telah berinvestasi dalam teknologi hidrogen,” jelas Rückert
Semua divisi Bosch saat ini berfokus pada penggunaan perangkat lunak dan digitalisasi. Perusahaan sekarang memiliki lebih dari 44.000 karyawan yang bekerja dalam pengembangan perangkat lunak, dan melihatnya sebagai yang terdepan untuk solusi mobilitas melalui perangkat lunak.
Salah satunya yaitu dengan ditunjukan dengan dua layanan mobilitas baru di pameran dagang elektronik yakni Usage Certificate To Go dan Vehicle Health Service. Pertama adalah tambahan pada layanan Battery in the Cloud yang sudah ada dari Bosch. Fitur ini menganalisis data baterai, menentukan kondisi baterai, dan membantu memperpanjang masa pakai baterai melalui optimasi hingga 20 persen.
Kedua, yang ditujukan untuk operator berkendara dengan menawarkan fitur yang dirancang terutama untuk mencegah kerusakan pada kendaraan. Dua inovasi tersebut ditujukan untuk memperpanjang masa pakai kendaraan dan menghemat energi.
Sementara itu, di bidang manufaktur, layanan Bosch dapat membantu menghemat CO2 dan meningkatkan efisiensi penggunaan dalam jumlah besar. Begitu pun pada dekarbonisasi industri, layanan berbasis perangkat lunak berbasis AI yang dikembangkan oleh Bosch bersama dengan mitra telah membantu perusahaan manufaktur mengurangi jejak karbon mereka dan juga mencapai penghematan biaya yang signifikan.
