OTOMOTIF1.com

2 Baterai Jenis Baru Mulai Tenar di Dunia, Sementara di Indonesia Masih Ributkan LFP Vs Nikel

2 Baterai Jenis Baru Mulai Tenar di Dunia, Sementara di Indonesia Masih Ributkan LFP Vs Nikel
Ukuran teks

Akan tetapi, sodium diklaim memiliki kepadatan sel (battery cell) – yang digunakan untuk menyimpan energi – jauh lebih rendah dibandingkan dengan litium.

Rata-rata sel sodium yang digunakan untuk baterai memiliki 5.000 siklus, atau masih cukup rendah dibandingkan dengan litium dengan sekitar 7.500 siklus untuk produk yang paling 'hemat biaya'.

Lantas, bagaimana kelebihan dan kekurangan baterai litium-ion dibandingkan dengan sodium-ion?

Sejak mulai digunakan lebih dari 3 dekade lalu, baterai litium memang memiliki kinerja yang baik dalam menyimpan energi.

Baterai Litium menggunakan material anoda, yang terbukti memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi, yang bisa memengaruhi kapasitas dan kestabilan baterai dibandingkan dengan baterai sejenis lainnya.


Penggunaan LFP sebaagai bbaterai kendaraan listrik mkin populer (sumber: Bloomberg)||

Baterai litium-ion juga cenderung memiliki umur siklus hidup yang lebih panjang dibandingkan dengan jenis baterai lainnya. Siklus hidup baterai ini mengacu pada beberapa kali baterai dapat diisi ulang hingga memengaruhi penurunan kapasitas.

Kelemahan

Namun, baterai litium ini juga memiliki beberapa kekurangan. Kekurang itu di antaranya yakni elektrolit yang digunakan sangat mudah terbakar. Jika terlalu panas, kemungkinan besar bisa menyebabkan kebakaran skala kecil.

Lalu, perlindungan baterai. Baterai litium relatif kurang kuat dibandingkan dengan baterai isi ulang lainnya. Dengan demikian, litium membutuhkan perlindungan dari pengisian daya yang berlebihan, panas berlebih, dan pengosongan total.

Halaman 3 dari 4: 1 2 3 4

Update Terbaru

Lihat semua