Lebih lanjut Nagao menambahkan, meski Indonesia tidak menjadi negara yang memproduksi Xpander Hybrid, namun Mitsubishi sangat mempertimbangkan Indonesia juga bisa mendapatkan mobil tersebut.
MMC melihat Indonesia dan Thailand adalah pasar terbesar Mitsubishi di Asia Tenggara. Untuk itu, lanjut Nagaoka, MMC akan selalu melihat potensi-potensi yang ada di Indonesia, dalam hal memperkenalkan, menjual dan memproduksi sebuah kendaraan.
Kehadiran Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross HEV di Thailnd menggunakan mesin baru. Jika sebelumnya menggunakan mesin 1.500 cc, kini versi hybrid-nya memanfaatkan mesin 1.600 cc yang dikombinasikan dengan motor listrik dan baterai.

||
Dikutip Otomotf1 dari Autolife Thailand, mesin bensin 1.6 liter MIVEC itu memiliki tenaga maksimal 95 daya kuda dengan torsi maksimal 134 Nm. Total tenaga gabungan mesin dan motor listriknya mencapai 116 daya kuda dengan torsi maksimal 255 Nm.
Mesin MIVEC4 16-katup 1,6 L DOHC yang baru dikembangkan mengadopsi siklus rasio ekspansi tinggi (siklus Atkinson) untuk mencapai tingkat efisiensi pembakaran yang lebih tinggi. Mesin itu juga menggunakan water pump elektrik yang pertama kali digunakan Mitsubishi Motors untuk mengurangi mechanical loss.
Mennurut yang di infokan Mitsubishi menyebut, konsumsi bahan bakar lebih efisien sekitar 34 persen saat berkendara di perkotaan dalam prosedur pengujian New European Driving Cycle (NEDC) dan sekitar 15 persen saat berkendara rute kombinasi.

elain itu, Mitsubishi mengklaim sistem hybrid baru ini menghadirkan akselerasi yang mulus, tapi bertenaga dengan respons yang baik yang merupakan ciri khas kendaraan listrik. Generator dan motor 85 kW dipadukan dengan mesin bensin 1.600 cc, bersama dengan baterai penggerak khusus yang dikembangkan khusus untuk model ini.
Berkat motor listrik bertenaga dan keluaran baterai, torsi 255 Nm mengalir deras saat start. Akselerasinya memiliki respon yang baik saat pengemudi menginjak pedal.
