Di tengah tantangan industri transportasi penumpang, Mercedes-Benz Bus mencatatkan pertumbuhan penjualan 36,9% pada 2025–2026. Berbagai operator besar seperti PO Sinar Jaya dan PO MTrans terus pilih sasis Mercedes-Benz untuk layanan AKAP dan pariwisata.
Otomotif1.com l JAKARTA, 22 Mei 2026 – Meski pasar kendaraan niaga nasional masih menghadapi berbagai tantangan seiring dinamika ekonomi dan perubahan perilaku industri transportasi, Mercedes-Benz Bus justru menunjukkan performa positif dengan mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 36,9 persen pada periode 2025 hingga 2026.
Angka ini membuktikan bahwa kebutuhan akan kendaraan dengan standar keselamatan tinggi, kenyamanan maksimal, efisiensi operasional, serta dukungan layanan purna jual yang andal tetap menjadi prioritas utama bagi para operator transportasi di Indonesia.
Berdasarkan data penjualan wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), pasar bus nasional bergerak fluktuatif. Namun, pertumbuhan signifikan yang dicatat Mercedes-Benz Bus menunjukkan bahwa segmen kendaraan premium dan berkualitas tinggi masih memiliki pangsa pasar yang kuat, terutama bagi operator yang berorientasi pada keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Serah terima unit Mercedes-Benz OF 1623 di karoseri New Armada oleh Presiden Direktur DCVI, Naeem Hassim, kepada perwakilan pemilik PO Wahyu Trans|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. Wibz
Kepercayaan ini tercermin dari serangkaian kegiatan serah terima armada dan penandatanganan pemesanan yang berlangsung sepanjang Mei 2026 di berbagai wilayah Indonesia. Beragam model sasis unggulan seperti Mercedes-Benz OH 1626, OH 1626 L, OF 1623 L, OF 917, hingga O500 2445 dipilih untuk mendukung layanan antar-kota antar-provinsi (AKAP), pariwisata, hingga layanan premium yang terus berkembang.
Sejumlah nama besar industri transportasi telah menegaskan komitmennya. PO MTrans melalui PT Bagong Dekaka Makmur memesan unit OH 1626, sementara PO Sinar Jaya yang diwakili oleh pendirinya, H. Rasidin Karyana, melakukan pemesanan untuk berbagai tipe guna memperkuat jaringan layanan mereka.
Naeem Hassim, Presiden Direktur PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), menilai tren ini sebagai sinyal optimisme industri, "Kepercayaan yang terus diberikan pelanggan menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan solusi transportasi yang relevan dengan kebutuhan industri. Operator membutuhkan kendaraan yang mampu memberikan efisiensi operasional, kenyamanan bagi penumpang, serta didukung jaringan layanan yang dapat diandalkan. Kami berkomitmen untuk terus mendukung pelanggan melalui produk dan layanan yang memberikan nilai jangka panjang bagi bisnis mereka," ujar Naeem.

Bus Mercedes-Benz OF 917 dengan body ciptaan karoseri New Armada yang diserahterimakan kepada PO Janguleee|sny-otomotif1.com|Foto: Dok. Wibz
Budi Susilo, Direktur Utama PT Bagong Dekaka Makmur, menambahkan bahwa investasi pada armada Mercedes-Benz bukan sekadar pembelian kendaraan, melainkan langkah strategis menjaga daya saing.
"Penambahan armada premium ini menjadi simbol optimisme kami terhadap kemajuan ekosistem industri bus. Ini juga bukti komitmen kami memberikan layanan terbaik dan teraman bagi masyarakat," ungkapnya saat penyerahan unit.
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan industri dalam negeri. Tahun 2026 menjadi momen penting di mana perakitan kendaraan niaga Mercedes-Benz, termasuk sasis bus, kini dilakukan secara lokal di pabrik PT Daimler Commercial Vehicles Manufacturing Indonesia (DCVMI) di Cikarang, dengan kapasitas hingga 5.000 unit per tahun, menerapkan standar global serta meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Menutup pernyataannya, Naeem Hassim menegaskan dukungan penuh perusahaan terhadap ekosistem transportasi nasional.
"Kami mengapresiasi kepercayaan pelanggan, dukungan jaringan diler, serta kolaborasi seluruh mitra karoseri. Bersama-sama kami akan terus mendukung pengembangan ekosistem transportasi yang aman, nyaman, efisien, dan berkelanjutan," tutupnya. (*) [sny]
