GM memperketat kontrol kualitas mesin V8 generasi baru dengan memindahkan produksi komponen kritis ke dalam pabrik sendiri, menyusul recall besar-besaran 600.000 truk dan SUV akibat masalah mesin 6.2 liter.
General Motors (GM) mengambil langkah besar untuk memulihkan kepercayaan konsumen terhadap mesin V8 andalannya.
Menjelang peluncuran truk pikap generasi baru pada 2027, pabrikan asal Detroit itu tidak hanya mengembangkan mesin V8 baru, tetapi juga memperketat kontrol kualitas komponen-komponen kritis.
Menurut laporan GM Authority, GM memutuskan untuk memindahkan kembali sebagian proses produksi komponen vital ke dalam kendali langsung perusahaan.
Langkah ini diambil setelah pengalaman pahit dengan pemasok luar yang diduga menjadi sumber masalah pada mesin 6.2 liter.
Recall Besar dan Dampaknya
Keputusan ini muncul setahun setelah GM menarik hampir 600.000 truk dan SUV yang menggunakan mesin V8 6.2 liter.
Investigasi mengaitkan kegagalan mesin dengan masalah manufaktur dan kualitas pada komponen internal.
Recall tersebut menjadi salah satu noda terbesar bagi bisnis truk GM dalam beberapa tahun terakhir.
Para pembeli truk biasanya sibuk membicarakan tenaga kuda, torsi, dan kapasitas derek, bukan keandalan mesin dalam jangka panjang.
Sayangnya, GM harus menghadapi kenyataan bahwa pelanggannya justru sering mendiskusikan masalah keandalan. Dengan langkah baru ini, GM berharap pembeli truk berikutnya tidak perlu lagi khawatir akan masalah serupa.
Petunjuk dari Corvette
Silverado dan Sierra baru dijadwalkan menggantikan mesin 5.3 liter dan 6.2 liter saat ini dengan mesin Small Block 5.7 liter dan 6.6 liter.
Versi 6.7 liter dari mesin ini telah diperkenalkan pada Corvette 2027, yang menghasilkan 535 hp.
GM telah menginvestasikan dana besar untuk program ini, termasuk $888 juta untuk fasilitas Tonawanda. Mesin juga akan diproduksi di dua pabrik lain, salah satunya di Kanada.
Apakah desain baru dan pengawasan yang lebih ketat akan menghasilkan keandalan yang sempurna? Jawabannya masih harus diuji di jalan raya, lokasi kerja, dan rute penarik beban.
Namun, setelah beberapa tahun yang berat bagi mesin V8 GM, langkah ini mungkin menjadi kabar yang dinantikan para pembeli truk.
